Pamekasan (beritajatim.com) – Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, berunjukrasa ke Kantor Bupati Pamekasan, mempertanyakan kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah setempat, Senin (8/1/2024).
Demonstrasi yang dipelopori Pengurus Cabang (PC) PMII Pamekasan, diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai komisariat dan rayon di Perguruan Tinggi di Pamekasan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa bergerak dari pusat kota Pamekasan, area Monumen Arek Lancor, dan melakukan aksi jalan kaki hingga menuju Kantor Pemda Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan.
“Selama ini, pemerintah cenderung apatis terhadap fakta jika seringkali terjadi kelangkaan pupuk di masyarakat. Hal ini tentunya tidak baik dan justru dapat merugikan petani secara khusus,” kata salah satu orator aksi, Junaidi.
Baca Juga: Dikmas Lantas Jadi Trik Polisi Antisipasi Bali di Pamekasan
Tidak hanya itu, pihaknya juga sangat menyayangkan fakta tersebut terjadi, dan justru menjadi beban tersendiri bagi masyarakat khususnya para petani di Pamekasan.
“Apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan, dan sebagian besar petani sudah mulai membuka lahan dan sudah siap ditanam. Namun kendalanya justru pada minimnya pupuk subsidi,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua PC PMII Pamekasan, Homaidi yang menilai kelangkaan pupuk kerap terjadi setiap tahun. “Tidak hanya itu, petani juga mengeluhkan penebusan pupuk harus dengan uang muka. Jika tidak ada uang muka, maka akan dijual ke orang lain,” ungkapnya
Selain itu, juga terdapat fakta jika salah satu kios menjual pupuk subsidi tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). “Banyak penyaluran pupuk tidak sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga hal ini menjadi faktor kelangkaan saat musim tanam,” jelasnya.
Baca Juga: Sepakan Terakhir, 7 Bangunan di Pamekasan Rusak Akibat Cuaca Ekstrem
“Termasuk juga banyak kios yang tidak berizin dan tidak terdaftar sebagai penyedia pupuk bersubsidi. Sehingga kami meminta Pj Bupati mengevaluasi peran Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), mengevaluasi RDKK, dan mengevaluasi pendistribusian pupuk ini,” pintanya.
Sementara Pj Sekda Pamekasan, Ach Faisol menyampaikan terima kasih atas atensi dan semangat mahasiswa yang bergerak untuk kepentingan masyarakat secara umum. “Pertama kami ingin mengapresiasi PC PMII Pamekasan, yang ikut membantu mengevaluasi kinerja Pemkab Pamekasan,”
“Bersamaan dengan ini, kami akan terus berupaya mencari solusi tepat dan terbaik untuk mengatasi kelangkaan pupuk subsidi di Pamekasan,” pungkasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta agar tuntutan yang disampaikan PMII Pamekasan dibicarakan di forum lain. “Saat ini kami belum siap menunjukkan data-data yang diminta, artinya kami butuh waktu untuk menyiapkan hal tersebut,” pungkasnya. [pin/ted]






