Bondowoso (beritajatim.com) – Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid optimistis kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen akan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Proyek energi ramah lingkungan ini disebut-sebut sebagai yang terbesar di Indonesia, dengan potensi energi mencapai 110 Megawatt.
“PLTP Ijen terbesar se-Indonesia karena memiliki potensi energi hingga 110 Megawatt. Dalam tahap awal ini didistribusikan puluhan Megawatt,” ujar Bupati Hamid belum lama ini.
PLTP Ijen dijadwalkan akan diresmikan oleh Kementerian ESDM RI dan rencananya dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan pentingnya keberadaan energi bersih untuk masa depan daerah.
“Bondowoso dekat dengan sumber energi. Itu salah satu yang harus kita syukuri,” tuturnya.
Ia juga membandingkan proyek ini dengan PLTU Paiton di Kabupaten Probolinggo yang berkapasitas 35 Megawatt namun memberi dampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi masyarakat sekitar.
“Saya sejak kecil mengikuti perkembangan PLTU Paiton. Bagaimana efek ke perkembangan daerah berkaitan dengan industri, perdagangan, serapan tenaga kerja, dan lain sebagainya,” imbuh pria kelahiran 1971 itu.
Sebagai informasi, pembangunan PLTU Paiton dimulai pada awal 1990-an dan menjadi pionir proyek Independent Power Producer (IPP) di era Orde Baru. Proyek ini resmi beroperasi pada 1994 dan terus berkembang dengan keterlibatan PT Jawa Power serta PT Paiton Energy.
Kini, Bondowoso berpeluang mengikuti jejak serupa melalui PLTP Ijen. Potensi panas bumi di lereng Gunung Ijen sendiri telah terdeteksi sejak tahun 1980-an melalui berbagai survei geologi dan geofisika yang dilakukan pemerintah bersama lembaga asing.
Minat terhadap energi baru terbarukan mulai meningkat memasuki era 2000-an. Pemerintah lantas menetapkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ijen sebagai salah satu fokus pengembangan energi. PT Medco Power Indonesia bersama ENGIE asal Perancis, melalui anak usaha PT Medco Cahaya Geothermal, kini menjadi konsorsium yang mengelola proyek ini.
Lokasi pembangunan PLTP Ijen Unit 1 berada di wilayah Blawan, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, sekitar 15 km dari Kawah Ijen. Fase pertama ditargetkan menghasilkan daya sebesar 55 Megawatt.
Tonggak penting proyek ini dicapai pada Oktober 2023, saat PT Medco Cahaya Geothermal berhasil menghasilkan uap panas bumi pertama (first steam) dari sumur eksplorasi. Uap tersebut memiliki tekanan dan suhu yang sesuai untuk menggerakkan turbin pembangkit.
Jika tahapan berjalan lancar, PLTP Ijen Unit 1 akan mulai beroperasi pada tahun 2025 dan menyuplai listrik ke sistem Jawa-Bali melalui jaringan PLN. Kehadiran proyek ini juga diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian target bauran energi nasional. [awi/beq]







2 Komentar
Keren. Kalau paiton yang kapasitasnya dibawah Ijen masuk Ovitnas logikanya PLTP Ijen seharusnya juga masuk Ovitnas juga
Sayang transmisinya ada di banyuwangi bukan dibondowoso