Surabaya (beritajatim.com) – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendapatkan nomor urut 2 dalam sidang pleno terbuka KPU soal penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden, Selasa (14/11/2023) malam.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Muhammad Fawait (Gus Fawait) mengatakan, nomor urut 2 untuk Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 mendatang sangat berarti sekali dalam memenangi Pilpres mendatang.
Bagi Gerindra dan relawan pendukung Prabowo-Gibran, kata politisi asal Jember ini, nomor 2 sudah diharapkan sebelum adanya pengambilan nomor urut di KPU RI tersebut.
“Ini pertanda alam dan sinyal alam, bahwa Pak Prabowo dapat nomor urut 2. Bagi kami, nomor 2 punya arti tersendiri yang merupakan simbol victory, simbol kemenangan. Tak hanya itu, juga merupakan simbol persatuan,” tegas Gus Fawait yang juga Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini, Rabu (15/11/2023).
BACA JUGA:
Gus Fawait: Hoegeng Awards 2023 Upaya Polri Jaga Keutuhan NKRI
Dengan nomor 2 ini, Gus Fawait yakin paslon tersebut akan diamanahi rakyat meneruskan kepemimpinan Presiden Jokowi dan kebijakannya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 mendatang.
“Kita menyambut juga bonus demografi, akan menjadi modal utama kemenangan Prabowo-Gibran dan modal utama menuju Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.
Kolaborasi Prabowo-Gibran, kata dia, adalah senior dan junior yang mengagetkan semua pihak dan memunculkan semangat baru bagi kalangan milenial.
“Di Pemilu 2024 mendatang, hampir mayoritas pemilih di pemilu mendatang adalah milenial, sehingga saya yakin partisipasi milenial akan meningkat dibandingkan pemilu sebelumnya, dengan melihat sosok Gibran. Dan, mereka menjatuhkan pilihan ke nomor 2,” lanjutnya.
Dengan komposisi pemilih kalangan milenial, terang Gus Fawait, Prabowo-Gibran akan menjadi pilihan utama milenial dan generasi gen Z.
“Komitmen paslon Prabowo-Gibran dalam pemilu adalah adu gagasan atau ide, bukan menyebar hoaks, caci maki dan saling fitnah. Semuanya harus senang dan happy-happy. Namanya juga pesta demokrasi,” tuturnya.
BACA JUGA:
Gus Fawait Tergelitik Ada Gus dan Lora Dadakan Dukung Capres Tertentu
Dengan adanya adu gagasan atau ide tersebut, kata dia, menunjukkan kedewasaan berdemokrasi di Indonesia berjalan dengan baik.
“Boleh orang berpendapat asal usul demokrasi itu berasal dari barat, namun Indonesia tampil terdepan dalam pelaksanaan demokrasi dengan baik dan layak dijadikan contoh proses demokrasi yang baik sesuai dengan filosofi negara ini, yaitu Pancasila. Ini diwujudkan dengan bersatunya sosok Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo yang dulu pernah bersaing pada Pilpres 2014 dan 2019. Demokrasi di Indonesia lebih baik dibandingkan dengan negara barat, seperti Amerika,” pungkasnya. (tok)







