Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyinggung Hari Janda Internasional, dalam Sidang Paripurna Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022, di gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (23/6/2023) malam.
“Di Hari Janda Internasional yang bertepatan pada 23 Juni, kami mengajak semua pihak untuk makin merekatkan diri dengan komitmen berkeluarga dan mengajak Pemerintah Kabupaten untuk bersama lebih serius meningkatkan perekonomian masyarakat Jember,” kata juru bicara Fraksi PKS Feni Purwaningsih, membacakan pandangan akhir fraksinya.
Feni mengatakanm jumlah janda di Kabupaten Jember menduduki peringkat kedua terbanyak di Jawa Timur. “Hingga Mei 2023, angka perceraian di Jember terjadi lebih dari dua ribu perceraian, yang sekitar tiga perempatnya dikarenakan masalah ekonomi,” katanya.
Menurut PKS, masalah ekonomi pasangan muda adalah pekerjaan rumah semua pihak. “Ini karena irisannya banyak. Selain masalah perceraian, juga kerawanan masalah angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan stunting. Kami berharap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Ketahanan Keluarga yang tertunda dapat mulai dibahas tahun depan untuk mengurangi tingkat perceraian di Jember di masa mendatang,” kata Feni.
Namun PKS mengapresiasi kerja keras para bidan di Jember selama ini. Bidan adalah penjaga gawang utama dalam menekan AKI dan AKB di Jember. Kami berharap sinergitas Pemkab dengan tenaga keesehatan, utamanya bidan, dapat terus meningkat sehingga dapat menurunkan angka AKI dan AKB,” kata Feni. [wir]






