Malang (beritajatim.com) – Tim dari Universitas Negeri Malang (UM) melangsungkan giat pengabdian pada masyarakat di Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur sivitas akademika, mulai dosen, mahasiswa dan alumni UM dengan menggandeng mitra UMKM di Gedangan.
Tim pengabdian dari UM ini diketuai oleh Dr. Karkono, S. S., M. A. bersama dengan Andika Bagus N.R.P., S. Pd., M. Pd., Dr. Moch. Syahri, S. Sos, M. Si. dan Dr. Rully Aprilia Z., S. Pd., M. Pd., M. Sn. sebagai anggota. Ada juga mahasiswa dan alumni UM yaitu Ihtiar Rizqi Rahmatullah, Ayu Anggraini, Atiris silmi, S.Pd., Fadhila wahyu putri, S.Pd., Firdausi Ramadhan, S.Pd., Eldiana Yanuar Anisa Putri dan Ayu Dwi Rahmawati.
Mereka memberikan solusi berupa inkulturasi teknologi tepat guna melalui integrasi mesin mixer kue. Pengabdian yang mereka lakukan berjudul “Inkulturasi Teknologi Tepat Guna Melalui Integrasi Mesin Mixer Kue dan Hasil Panen Pisang Dalam Meningkatkan Regional Business Income Krajan Kidul, Kab. Malang”.
Ketua tim pengabdian, Dr. Karkono menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas UMKM di Desa Gedangan. Pihaknya memberikan bantuan mesin mixer kepada salah satu UMKM di Desa Gedangan.
“Terletak di lereng Gunung Semeru yang asri, Desa Gedangan di Malang Selatan Jawa Timur bagaikan surga bagi para pecinta pisang. Desa ini terkenal sebagai penghasil pisang terbesar di Malang Selatan, dengan hamparan kebun pisang yang luas. Udara sejuk dan tanah subur menjadi habitat ideal bagi berbagai varietas pisang, seperti pisang kepok, pisang cavendish, pisang ambon, dan pisang barangan,” jelas Karono.
Setiap tahunnya, desa Gedangan menghasilkan panen pisang berlimpah yang didistribusikan ke berbagai wilayah di Jawa Timur dan sekitar. Berbagai olahan pisang diolah menjadi makanan khas desa, seperti sale pisang, jenang pisang dan pisang bakar.
“Namun, seringkali UMKM mengalami kendala dalam memenuhi permintaan pasar akibat keterbatasan kuantitas produksi. Hal ini menjadi batu sandungan bagi mereka untuk berkembang dan mencapai potensi sepenuhnya,” lanjutnya.
Dengan latar belakang tim pengabdian UM mengadakan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan mulai dari bulan Juni hingga Agustus 2024. Kegiatan pengabdian ini terdiri atas tiga rangkaian yaitu Pra-Kegiatan, Kegiatan dan Pasca Kegiatan.
“Pra-Kegiatan, diawali dengan melakukan survei dan pendataan UMKM, membentuk tim Pengabdian dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni, menyusun proposal kegiatan, mencari sumber dana melalui skema pendanaan internal UM, dan mempersiapkan mesin,” ungkap dosen Departemen Bahasa Indonesia Fakultas Sastra UM ini.
Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan dimulai perkenalan tim pengabdian dengan mitra UMKM, penyerahan mesin, melakukan pelatihan dalam penggunaan dan perawatan mesin. Lalu, Pasca kegiatan, berupa monitoring dan evaluasi, membuat laporan kegiatan, dan menyebarkan informasi melalui artikel dan media massa.
Karkono menjelaskan tujuan yang diharapkan dalam pelaksanaan program pengabdian ini untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi UMKM. Salah satunya melalui pengurangan waktu dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
“Kami berupaya meningkatkan daya saing UMKM, melalui kesanggupan UMKM dalam memenuhi permintaan pasar dengan lebih cepat dan tepat waktu dan mampu bersaing dengan perusahaan yang lebih besar. Selain itu, diharapkan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan umkm, melalui peningkatan keuntungan dari penjualan produk,” jelasnya.
Dengan begitu, diharapkan kegiatan pengabdian UM dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, hal ini dapat dicapai dengan meningkatnya produktivitas dan efisiensi UMKM. Kemudian bisa meningkatkan jumlah barang yang dihasilkan akan meningkatkan permintaan terhadap bahan baku dan tenaga kerja lokal, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dengan begitu kami dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan, melalui peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya alam dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata
Anggota tim PKM UM, Andika Bagus menambahkan bahwa mesin mixer ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka. Dengan begitu, UMKM dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Kami ingin membantu para UMKM di Desa Gedangan untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui peningkatan usaha. Selain memberikan bantuan mesin, kami memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang cara menggunakan dan merawat mesin dengan baik.” ujar Andika Bagus.
Pemilik UMKM, Lasiyem, mengaku sangat senang dengan bantuan dan pelatihan yang diberikan oleh tim pengabdian Universitas Negeri Malang. Ia berharap, dengan peningkatan produksi ini dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan omset usahanya.
“Bantuan mesin mixer ini sangat membantu kami dalam meningkatkan produksi kami. Semoga setelah digunakannya mesin mixer ini, saya bisa memenuhi pesanan pasar” ungkap Lasiyem dalam keterangan terpisah. [dan/beq]






