Kediri (beritajatim.com) – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Kediri masa khidmah 2025–2029 meluncurkan jargon yang cukup menarik, yaitu Pioneer Ansor Masa Depan.
Jargon tersebut diluncurkan bersamaan dengan momentum pelantikan yang digelar di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri pada Minggu (6/7/2025) siang.
Jargon tersebut dipilih bukan tanpa alasan, Ketua PC GP Ansor Kota Kediri H.M. Baihaqi Nabilunnuha menyebut bahwa Pioneer Ansor Masa Depan bukan sebatas slogan belaka, tapi ada historis dan misi besar yang akan dibawa.
Ditemui usai pelantikan, Gus Baihaqi sapaan Ketua PC GP Ansor Kota menyebut bahwa istilah Pioneer disarikan dari dawuh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf saat sambutan di Kongres XVI Greakan Pemuda Ansor di Tanjung Priok.
“Beliau menyampaikan bahwa Ansor merupakan gerakan pandu Nahdlatul Ulama. Pandu adalah pathfinder yang berarti Peretas Jalur. Apa pun yang akan ditempuh oleh NU di masa yang akan datang, Ansor harus Jalan duluan. Maka dari itu, kami ingin Gerakan Pemuda Ansor di Kota Kediri, menjadi Pioneer, menjadi Pelopor Kota Kediri di masa depan,” tegasnya.
Gebrakan Program Kaderisasi Ansor Urban
Sebagai langkah konkret yang akan dilaksanakan, menurutnya Ansor Kota Kediri segera menggeber beberapa program inovatif yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya pemuda.
“Bagi kami, Pioneer bukan hanya sebatas slogan. Ini adalah ikrar gerakan. Bahwa GP Ansor Kota Kediri siap berdiri di garda paling depan, menjadi pelopor transformasi sosial, ekonomi, dan spiritual di tengah masyarakat,” jelas Gus Baihaqi.
Beberapa program yang menarik adalah konsep kaderisasi Ansor urban yang inklusif dan relevan dengan pemuda perkotaan, turnamen olah raga antar pemuda, hingga menggerakkan ekonomi digital.
“Seperti memperkuat kaderisasi dan keorganisasian berbasis masjid, musholla dan public space lainnya. Lalu GP Ansor sebagai ruang inkubasi kepemimpinan, kewirausahaan, olah raga dan kegiatan kepemudaan,” bebernya.
Untuk mewujudkan misi besar tersebut, pihaknya akan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintahan, stake holder bisnis, sekolah, kampus, hingga komunitas.
Menurutnya, tantangan ke depan kader Ansor untuk tidak hanya hadir, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan umat dan bangsa. “Kami tidak ingin jadi penonton. Kami ingin jadi bagian penting dari perubahan dan pembangunan di Kota Kediri,” tegasnya.
Selain itu, Gus Baihaqi juga ingin menjadikan Ansor Kota Kediri sebagai tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk pemuda-pemuda yang ada di Kota Kediri mengembangkan kreativitas.
“Kota Kediri wilayah perkotaan jadi memang harus ada pendekatan tersendiri berbeda dengan wilayah yang lain, yang penting tidak menghilangkan nilai spirit GP Ansor,” lanjutnya.
Menuju Kemandirian Organisasi
Berbicara tentang Ansor Urban, Gus Baihaqi juga menyoroti pentingnya kewirausahaan bagi kader-kader Ansor di Kota Kediri untuk mencapai kemandirian organisasi.
“Jadi Ansor ini nantinya juga bisa menjadi tempat sharing dan diskusi tentang enterpreneurship. Sehingga, kader-kader Ansor bisa mandiri secara ekonomi,” jelas Gus Baihaqi.
GP Ansor Kota Kediri akan mengajak seluruh kader untuk melaksanakan kegiatan pelatihan ekonomi, baik itu yang berbasis digital maupun berbasis kewirausahaan profesional.
Saat ini, menurutnya, banyak kader GP Ansor Kota Kediri yang sudah memiliki usaha namun belum menemukan jalan untuk meningkatkan level usahanya. Untuk program kewirausahaan ini, nantinya tetap akan memperhatikan kebutuhan dari para kader.
“Jadi sebelum kami memberikan program, kami akan riset dulu ke bawah kebutuhan kader kita seperti apa, mana yang butuh pendampingan modal, untuk pendampingan mentoring atau hal lain sebagainya akan kami perhatikan di bidang ekonomi, ” tutur Gus Baihaqi.
Selain itu, GP Ansor Kota Kediri akan memanfaatkan ekosistem digital untuk memperlebar manfaat organisasi. “Baik itu ekonomi digital maupun gerakan kampanye digital untuk mensosialisasikan atau memperkenalkan GP Ansor di kota Kediri, khususnya untuk kalangan pemuda,” jelas Gus Baihaqi.
Dalam memimpin GP Ansor Kota Kediri lima tahun ke depan, H. M.Baihaqi Nabilunnuha akan didampingi Sekretaris Muhammad Isnan, Bendahara Muhammad Alfin Mushoffa, dan sederet nama pengurus yang memiliki latar berbeda-beda, mulai putra kiai, pemerintahan, enterpreneur muda, dosen, jurnalis, hingga advokad.
Pemkot Sambut Baik Gebrakan GP Ansor Kota Kediri
Wakil Wali Kota Kediri, KH. Qowimudin Thoha atau Gus Qowim yang turut hadir dalam pelantikan tersebut, menyambut baik semangat baru yang diusung pengurus GP Ansor.
Menurutnya, jargon Pioneer Ansor Masa Depan selaras dengan visi Pemerintah Kota Kediri dalam mewujudkan kota yang MAPAN, yaitu maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni.
“Dalam konteks inilah kehadiran dari Ansor menjadi sangat relevan. Pertama, sejalan dengan pilar agamis, Ansor hadir sebagai penjaga nilai keagamaan yang moderat dan toleran di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ujar Gus Qowim. [ian]






