Ponorogo (beritajatim.com) – Pintu kaca yang berada di sisi barat Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Singodimedjo pecah. Pecahnya pintu kaca itu, diduga dipicu adanya kerusuhan antar suporter yang akan melihat pertandingan futsal. Tidak hanya pintu kaca yang pecah, fasilitas GOR lainnya, yakni pagar dari teralis besi juga jebol.
Suporter yang berselisih itu diduga pendukung tim futsal SMKN 1 Jenangan Kabupaten Ponorogo dengan SMKN 1 Kebonsari Kabupaten Madiun. Sebenarnya, pertandingan futsal yang mempertemukan kedua tim belum digelar, namun suasana yang ada di luar GOR sudah tidak kondusif. Alhasil, pertandingan mempertemukan keduanya itu akhirnya ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Dari laporan petugas saat event berlangsung, pertandingan futsal di dalam GOR sebenarnya damai-damai saja. Di dalam tidak ada kericuhan,” kata Kepala bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Dinas Kebudayaan Parawisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Suwanto, Kamis (17/11/2022).
Nah, saat pertandingan futsal jam ketiga mau selesai, dari luar GOR terdengar suara arak-arakan sepeda motor dari arah timur Jalan Pramuka. Menurut informasi, kata Suwanto, itu merupakan penonton dari luar Kabupaten Ponorogo. Dimana diduga merupakan suporter futsal dari SMKN 1 Kebonsari.
Setelah diparkir di sekitar stadion, ratusan penonton ini berupaya untuk masuk lingkungan GOR. “Dari panitia pertandingan futsal dan pihak keamanan, meraka tidak diizinkan masuk. Sebab, kapasitas di dalam GOR sudah terpenuhi,” katanya.
Namun, mereka berusaha ingin masuk, dengan mendorong-dorong pagar, hingga pagar tersebut jebol. Melihat situasi yang tidak kondusif itu, mungkin ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan menambahkan kericuhan dengan memecahkan kaca pintu GOR yang berada di sebelah sisi barat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ricuh”]
“Tidak ada korban dari pecahan pintu kaca tersebut. Memang pintu itu tidak dibuat untuk lewat penonton. Pasca pecahkan pintu kaca itu, ya tidak terjadi keributan yang ada di dalam GOR. Malah penonton yang ada di luar itu, teriak-teriak mengejek,” katanya.
Wanto mengungkapkan bahwa kerusakan sejumlah fasilitas akibat insiden yang terjadi pada Rabu (16/11) malam tersebut, tidak parah. Pagar besi yang jebol, juga bisa diperbaiki. Begitupun pintu yang kaca pecah, juga bisa diganti. Wanto menyebut bahwa perwakilan dari panitia pertandingan futsal dari SMA Bakti Ponorogo sudah menemui dirinya untuk melakukan koordinasi pasca kejadian itu.
“Pihak panitia bertanggungjawab terkait kerusakan-kerusakan fasilitas GOR akibat insiden tadi malam. Pihak panitia sudah menemui saya,” pungkasnya. [end/suf]






