Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto menargetkan angka partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sebesar 88 persen. Hal tersebut disampaikan saat Media Gathering ‘Harmonisasi KPU Kota Mojokerto Bersama Media, Partai Politik dan Pegiat Demokrasi dalam Diseminasi Informasi Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024’.
Dalam media gathering yang digelar KPU Kota Mojokerto di salah satu hotel di Kota Mojokerto tersebut juga diperkenalkan tiga komisioner penyelenggara Pemilu 2024-2029. Yakni Divisi Teknis Ulil Absor, Divisi Hukum dan Pengawasan Suwaji dan Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat serta Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas SDM) Yahya Sachrul Wahyu Imam Asyidiq.
“Dalam Pemilu kemarin tingkat partisipasi masyarakat Kota Mojokerto sudah hampir mencapai 80 persen. Di Pilkada 2018 lalu, tingkat partisipasi masyarakat 78,25 persen. Kami berharap di Pilkada kota Mojokerto 2024, tingkat partisipasi masyarakat Mojokerto untuk memilih bisa meningkat,” ungkap Divisi Sosdiklih Parmas SDM Yahya Kota Mojokerto, Sachrul Wahyu Imam Asyidiq, Kamis (4/7/2024).
Masih kata Yahya, pihaknya menargetkan dengan menggandeng media di Kota Mojokerto, angka partisipasi masyarakat pada pesta demokrasi, 27 November 2024 mendatang meningkat. KPU Kota Mojokerto menargetkan angka partisipasi masyarakat sebesar 88 persen atau naik 10 persen dari Pilkada 2018 lalu sebesar 78,25 persen.
Yahya menjelaskan, jika saat ini tahapan Pilkada 2024 adalah pemutakhiran data pemilih (coklit) yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih). Saat ini, proses coklit di Kota Mojokerto sudah mencapai 60 persen. Sementara tahapan coklit Pilkada 2024 mulai tanggal 24 Juni sampai dengan tanggal 24 Juli 2024 sehingga diharapkan dalam dua pekan kedepan sudah 100 persen.
Sementara itu, Divisi Teknis KPU Kota Mojokerto, Ulil Absor mewakili Ketua KPU Kota Mojokerto, Usmani berharap, kegiatan tersebut sebagai bentuk langkah awal dari KPU Kota Mojokerto untuk membangun sinergitas dengan rekan-rekan media karena mayoritas komisioner KPU Kota Mojokerto merupakan pejabat baru dalam tahapan Pilkada 2024 bisa berjalan sukses, demokratis dan lancar.
“Selain itu, diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai upaya mensosialisasikan tahapan Pilkada 2024 serta untuk mengajak media massa terlibat membentengi masyarakat dari berita hoax dan propokatif. Berita hoax dan propokatif adalah PR bersama,” tegasnya di hadapan para pengiat demokrasi dan media di Mojokerto. [tin/beq]







