Surabaya (beritajatim.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, KH Maksum Faqih (Gus Maksum) mengaku optimistis perekonomian Indonesia akan membaik dengan dipilihnya Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, menggantikan Sri Mulyani.
“Saya mewakili kalangan santri dan kiai, ini merupakan langkah strategis dan cerdas yang diambil Presiden RI Prabowo. Pergantian Menkeu sangat penting, karena ekonomi Indonesia saat ini stagnan atau tidak jalan. Apalagi di daerah-daerah dan kalangan menengah bawah, ekonomi mengalami penurunan,” kata Gus Maksum yang juga Wasekjen PBNU ini, Selasa (9/9/2025).
Gus Maksum yang juga menjabat Ketua Umum Forum Gawagis Nusantara ini merasa optimistis Purbaya sebagai Menkeu baru bisa menggerakkan ekonomi yang baru untuk kalangan menengah ke bawah.
“Beliau dari LPS, banyak berperan langsung pada para pelaku bisnis di bawah dan UMKM. Beliau juga pernah menyelamatkan BPR-BPR, benar benar pro rakyat. Ini pas dengan harapan presiden yang menggaungkan ekonomi yang pro rakyat. Ini karena kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama. Pergantian Bu Sri Mulyani sangat strategis sekali dan sangat brilian. Track record Pak Purbaya di bidang ekonomi sudah malang melintang ya. Urusan pribadinya sendiri sudah selesai. Beliau profesional dan itu nilai plusnya,”
Dia berharap Menkeu baru bisa menggerakkan ekonomi di kalangan pesantren juga. Yakni, usaha pesantren seperti ekonomi mikro. “Menkeu harus melihat ke sisi itu juga, karena selama ini nggak pernah dilirik oleh Kementerian Keuangan yang lama. Kami berharap juga menkeu bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Saya yakin Pak Purbaya mampu mengatasi itu,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa dilantik presiden menjadi menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Senin (8/9/2025) kemarin.
Purbaya merupakan peraih Master of Science (MSc) dan gelar Doktor di bidang Ilmu ekonomi yang diperoleh dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Sebelumnya ia meraih SI Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pria kelahiran Bogor, 7 Juli 1964 ini merupakan senior economist di Danareksa Research Institute. Selanjutnya, ia menjadi Direktur Utama PT Danareksa Securities dari April 2006 Oktober 2008. Ia juga menjadi Chief Economist Danareksa Research Institute Juli 2005-Maret 2013, dan sebagai Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) dari Maret 2013 hingga April 2015.
Purbaya kemudian dikenal sebagai orang dekat Luhut Binsar Pandjaitan. Di era pemerintahan Jokowi, di mana ada Luhut memegang posisi, di situ ada Purbaya sebagai stafnya.
Pada Maret 2015, Purbaya ditunjuk sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staf Presiden oleh Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan. Ia hanya menjabat sampai September 2015. Kemudian, pada November 2015, Purbaya ditunjuk sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan yang kala itu jabatan Menko dipegang oleh Luhut.
Pada tahun 2016, ia kembali ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia menjadi Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan Pokja IV, di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-2020).
Kemudian, dia dipindahkan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi (Juli 2016-Mei 2018).
Selanjutnya, jabatannya naik menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dari Mei 2018 hingga Juni 2020. Selanjutnya, digeser menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi pada Juni 2020. Di saat itu, Luhut juga menjadi Menko Kemaritiman yang kemudian berubah nama menjadi Maritim dan Investasi. [tok/aje]






