Surabaya (beritajatim.com) – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) diprediksi akan menjadi kontestasi yang menarik, menurut pakar politik Universitas Airlangga, Suko Widodo. Tiga pasangan bakal calon gubernur (Bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) Jatim diperkirakan akan bersaing ketat untuk memperebutkan suara di kawasan Madura dan wilayah timur Pandalungan atau Tapal Kuda.
Tri Rismaharini – Gus Hans, yang diusung oleh PDI-P, diperkirakan akan mengandalkan kekuatan massa di kawasan Surabaya Raya, di mana basis dukungan mereka cukup kuat.
Sementara itu, pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak memiliki keunggulan di wilayah Mataraman. Emil, mantan Bupati Trenggalek, dikenal memiliki basis suara yang kokoh di kawasan tersebut.
Di sisi lain, pasangan yang diusung oleh PKB, Luluk Nur Hamidah – Lukmanul Hakim, diprediksi akan mengandalkan dukungan dari wilayah Malang dan sekitarnya, khususnya dari kalangan Nahdliyin, yang menjadi basis massa mereka.
Menurut Suko Widodo, salah satu tantangan dalam kontestasi Pilgub Jatim ini adalah karakter multikultur masyarakat Jawa Timur. Para Bacagub dan Bacawagub harus mampu memahami keberagaman ini dan memanfaatkan lokalitas masing-masing wilayah untuk mendulang suara. Selain itu, popularitas juga menjadi faktor penting dalam menarik dukungan masyarakat.
“Pertempuran di daerah Madura dan timur, Pandalungan,” kata Suko Widodo.
Kontestasi Pilgub Jatim 2024 diharapkan tidak hanya menjadi ajang persaingan politik, tetapi juga menunjukkan kemampuan para calon dalam merangkul dan memahami aspirasi masyarakat dari berbagai latar belakang budaya di provinsi ini. [way/but]






