Surabaya (beritajatim.com) – Laga puncak Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina diprediksi berjalan ketat. Duel dua raksasa sepak bola ini akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Wakil Rektor (Warek) II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat PhD, membedah peluang kedua tim. Ia memakai matriks penilaian dengan 25 indikator terukur.
“Berdasarkan matriks penilaian tersebut, Spanyol memperoleh skor lebih tinggi. Keunggulan mereka terletak pada kedalaman skuad, penguasaan pertandingan, serta fleksibilitas taktik,” ujar Supangat, Sabtu (18/7/2026).
Ia menambahkan bahwa tim berjuluk La Roja tersebut juga lebih dominan dalam hal transisi permainan. Sementara itu, Argentina tetap memiliki senjata mematikan berupa mental juara.
“Argentina menang di pengalaman besar, kepemimpinan, dan eksekusi bola mati. Namun, Spanyol punya keunggulan merata di hampir semua aspek permainan,” imbuhnya.
Dari segi prediksi skor, laga final ini diperkirakan berakhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol. Gelar juara tersebut diprediksi harus diraih melalui babak perpanjangan waktu.
Pada waktu normal, pertandingan berpotensi berakhir imbang. Skuad Albiceleste, julukan Argentina, diperkirakan mampu mencuri gol lebih dulu lewat skema serangan balik cepat.
“Argentina kemungkinan mencetak gol terlebih dahulu memanfaatkan situasi bola mati. Kondisi ini tentu akan sangat menguji ketenangan mental para pemain Spanyol,” terang Pakar Teknologi Informasi tersebut.
Meski tertinggal lebih dulu, Spanyol diyakini tidak akan panik. Mereka diprediksi mampu menyamakan skor sebelum babak kedua usai melalui penyelesaian akhir yang terukur dan efektif.
Memasuki babak tambahan, faktor ketahanan fisik akan menjadi penentu pertandingan. Para pemain Argentina dinilai mulai kehabisan tenaga akibat gaya bermain yang terus menguras energi.
“Di sinilah kedalaman skuad Spanyol berbicara. Pemain pengganti mereka bisa masuk tanpa menurunkan kualitas permainan sama sekali saat lawan mulai kelelahan,” tegasnya.
Gol kemenangan Spanyol diperkirakan tercipta pada paruh kedua perpanjangan waktu. Pasukan La Roja bakal mengandalkan transisi cepat demi menghindari babak adu penalti.
“Spanyol dipastikan menghindari drama adu penalti. Argentina jelas memiliki keuntungan psikologis dan kiper tangguh jika laga harus diselesaikan lewat titik putih,” tutup Supangat. [ipl/ian]






