Gresik (beritajatim.com) – Anggota holding Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik (PG) terus mengembangkan kebun percobaan atau buncop di tengah kota. Buncop yang berlokasi di Jalan Notoprayitno, Gresik, disulap menjadi kawasan eduwisata pertanian serta agrobisnis yang menyerupai kawasan pertanian di dataran tinggi.
Berbagai jenis tanaman mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, hingga peternakan dikembangkan di kawasan ini. Bahkan, setiap bulan Juli atau Agustus, perusahaan pupuk terlengkap ini membuka akses kebun untuk masyarakat Gresik. Masyarakat dapat memetik dan memilih sendiri aneka sayuran dan hasil pertanian lainnya secara langsung seperti di area persawahan dan perkebunan.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan, buncop yang berdiri di atas lahan seluas 8,4 hektare ini merupakan yang terbesar di antara perusahaan Pupuk Indonesia.
“Buncop yang berdiri saat ini bisa dijadikan pusat edukasi pertanian dan percontohan teknologi pertanian modern,” katanya, Jumat (25/7/2025).
Rencananya, lusa Buncop Petrokimia Gresik akan dibuka untuk umum. Sekitar 2.000 warga diperkirakan akan hadir dan merasakan langsung sensasi panen bersama. Antusiasme tinggi dari masyarakat Gresik turut mewarnai agenda ini.
“Hasil kebun di buncop bisa dipanen bersama dengan masyarakat sebagai bentuk komitmen kami terhadap ketahanan pangan,” ujar Daconi.
Selain menawarkan pengalaman panen bersama, sekitar area buncop juga disediakan 57 stan bazar yang ikut meramaikan agenda expo. Stan-stan tersebut memamerkan berbagai produk pangan unggulan serta inovasi di sektor agrikultur.
“Target kami adalah mengurangi ketergantungan pada impor beras dan memperkuat produksi pangan dalam negeri,” ungkap Daconi.
Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani mengapresiasi pelaksanaan acara tahunan ini yang dinilai konsisten memberikan manfaat luas, khususnya bagi kalangan ibu rumah tangga.
“Ini bukan sekadar expo, tapi juga wadah pemberdayaan. Saat ini kami sedang memetakan potensi desa agar bisa terintegrasi dengan Petrokimia Gresik,” urainya.
Dalam waktu dekat, bupati dua periode itu berencana menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) yang akan melibatkan seluruh universitas di Gresik dalam pembinaan Koperasi Merah Putih agar mampu mendukung program pangan berkelanjutan.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang dinilai strategis bagi pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pertanian.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya memperkuat semangat cinta pertanian, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” urainya.
Petro Agrifood Expo (PAE) yang kini telah digelar untuk keempat kalinya diharapkan mampu menjadi penggerak kolaborasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia. [dny/beq]






