Gresik (beritajatim.com)- Meningkatnya bahan pangan organik dari tahun ke tahun selaras dengan tingginya kesadaran masyarakat mengkonsumsi produk organik.
Hal ini disambut positif anggota holding Pupuk Indonesia. Yakni Petrokimia Gresik, atau lebih dikenal dengan PG. Produsen pupuk yang beroperasi di Gresik itu, intensif mensosialisasikan pupuk NPK Phonska Alam.
Agar lebih dikenal oleh petani, PG melakukan pemupukan bersama dengan komunitas petani di Ciparay Garut, Jawa Barat melalui program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur) dengan melakukan demonstration farming.
“Berdasarkan demonstration farming di Ciparay penggunaan Phonska Alam mampu meningkatkan produktivitas padi organik sebesar 13%. Dari rata-rata sebelumnya 5,5 ton setiap hektare. Menjadi 6,5 ton per hektare,” ujar Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satryo Annurogo, Sabtu (22/6/2024).
Lebih lanjut dia mengatakan, sebelumnya petani organik sebagian besar menggunakan cara konvensional untuk memberikan unsur hara. Misalnya, air cucian beras, pohon pisang, sabut kelapa atau lainnya.
“Sekarang kami menawarkan cara yang lebih efektif, efesien, dan terukur atau terstandarisasi melalui Phonska Alam,” katanya.
Ia menjelaskan, dengan melalui program Makmur. Pihaknya menjamin penyediaan pupuk organik non subsidi kepada petani. Selain itu, juga ada pendampingan melalui kegiatan sosialisasi pemupukan berimbang, kawalan budidaya, pengendalian hama dan penyakit.
“Petani tak usah risau, kami juga menyediakan layanan uji tanah oleh petugas mobil uji tanah dan agroman. Sehingga dosis pemupukan yang diaplikasikan lebih efektif, efisien dan presisi atau sesuai kebutuhan.
“Pemupukan Program Makmur untuk padi organik di Ciparay, dosis yang direkomendasikan yaitu Phonska Alam sebanyak 300 kilogram perhektare dan 5 liter Phonska Oca yang pengaplikasiannya disemprotkan langsung ke tanaman,” paparnya.
Alasan dipilihnya Ciparay lanjut Dwi Satryo, karena tempat ini merupakan wilayah pertanian organik yang sudah tersertifikasi, dan mempunyai ekosistem pertanian yang baik mulai dari hulu hingga hilir,” ungkapnya. [dny/ian]






