Gresik (beritajatim.com) – Petrokimia Gresik telah mengambil langkah strategis untuk mengontrol penyaluran dan ketersediaan pupuk bersubsidi melalui pemanfaatan fasilitas warehouse dan Bagging Command Center (BCC) yang berbasis sistem digital.
Fasilitas ini berperan sebagai pusat pengendali (control tower) untuk fasilitas pergudangan dan pengantongan di berbagai pabrik seperti Pabrik Phonska, Pabrik ZA, Pabrik Urea, Pabrik Pupuk Fosfat, dan juga gudang produk curah siap jual.
Bagian dari peran BCC adalah sebagai pusat bantuan (helpdesk) yang aktif 24 jam untuk layanan pengiriman kepada pihak transportasi dan pelanggan (distributor pupuk).
“Kami berharap bahwa fasilitas ini akan meningkatkan efisiensi, pengawasan, dan akurasi dalam distribusi, dengan demikian mendukung tugas-tugas dalam penyaluran pupuk bersubsidi,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, pada Jumat (18/8/2023).
BACA JUGA:
Petrokimia Gresik Resmi Teken Perpanjangan HoA Pasokan Gas Bumi dengan Krisenergy Ltd
Dwi menambahkan bahwa kehadiran dua layanan tersebut merupakan bagian dari transformasi digital yang sedang dilakukan oleh Petrokimia Gresik untuk mendukung proses pengantongan dan distribusi produk perusahaan.
“Saat ini, kami telah menerapkan transformasi digital seperti Smart Bagging System (SBS), Warehouse Management System (WMS), Digital Transport Management System (DTMS), Sistem Scheduling Truck Online (Sistro), Customer Centric Excellence (2CE), Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport),” tambahnya.
Melalui transformasi digital ini, lanjut Dwi Satryo, Petrokimia Gresik dapat memastikan penyaluran pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah Indonesia yang menjadi tanggung jawab perusahaan, sekaligus mengurangi potensi penyimpangan.
“Pada tanggal 16 Agustus 2023, Petrokimia Gresik telah menyediakan stok pupuk Urea bersubsidi sebanyak 101.597 ton atau sekitar 455 persen dari ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah, yakni 22.341 ton. Sedangkan stok pupuk Phonska mencapai 376.588 ton atau 494 persen dari stok minimum pemerintah, yaitu 73.407 ton,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Dua BUMN Petrokimia Gresik dan SGN Berkolaborasi
Stok pupuk tersebut, kata dia, saat ini berada di Lini II (Provinsi) dan Lini III (Kabupaten/Kota). Ia juga menjamin bahwa semua pupuk bersubsidi yang didistribusikan oleh Petrokimia Gresik kepada petani telah memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.
“Prinsipnya, kami siap untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan pemerintah, yaitu memproduksi pupuk sesuai arahan dan memastikan distribusinya,” pungkas Dwi Satryo. [dny/beq]






