Surabaya (beritajatim.com) – Petra Theatre Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menyuguhkan pementasan teater musikal berjudul What If. Pementasan ini menceritakan tentang problematika generasi Z.
Naskah What If ini cerminan problematika gen Z yang banyak dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Pertunjukan ini menjadi semakin menarik ketika dalam naskah penonton juga dilibatkan dalam pementasan.
“Sehingga, para penonton tak hanya menjadi saksi. Tetapi mereka juga diberi kebebasan memilih bagaimana adegan selanjutnya bergulir,” kata Director Naskah What If Stefanny Irawan, Rabu (28/8/2024).
Stefanny menyebut, pilihan-pilihan yang ada di pertunjukan ini mewakili kenyataan hidup gen Z. Total ada 12 adegan yang disiapkan, meskipun nanti bisa saja tak semuanya dimainkan. Sebab, semua tergantung pilihan penonton.
Penulis Naskah What If Jessie Monika menambahkan, naskah ini terinspirasi dari rekan-rekannya yang merupakan gen z. Ia tertarik mengangkat bagaimana gen z menghadapi dunia.
“Bagaimana cara mereka menghadapi dunia yang terhubung ke internet dan hidup di dalam akuarium besar, tempat orang dapat mengawasi mereka 24/7 melalui media sosial. Tapi mereka ingin tetap bermimpi dan meraihnya,” kata Jessie.
Rencananya, pertunjukan ini digelar 4 kali selama tiga hari mulai 29-31 Agustus 2024. Tercatat ada 11 lagu yang disiapkan untuk mengiringi pementasan What If, meski tak semua lagu akan tampil dalam satu kali pementasan.
Teater musikal ini merupakan karya dari Petra Theatre yang ada di bawah naungan program English for Creative Industry UK Petra Surabaya. “Jadi, pementasan ini menghadirkan teater musikal berbahasa Inggris,” katanya.
Proses pementasan ini dimulai sejak Februari 2024 lalu, mulai dari casting hingga pemilihan kostum aktor. What If ini bukan sekedar pertunjukan, tapi juga sebuah pengalaman interaktif yang mengajak penonton berpikir dan terlibat dalam pementasan secara tidak langsung. [ipl/ted]






