Jakarta (beritajatim.com) – Petinggi Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri tewas akibat serangan drone CIA di Kabul, Afghanistan. Kematian Al-Zawahiri diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.
“Keadilan telah ditegakkan dan pimpinan teroris ini sudah tidak ada lagi,” ujar Biden lewat konferensi pers yang disiarkan dari Gedung Putih.
Al-Zawahiri terbunuh pada Minggu waktu setempat. Serangan drone ini diklaim yang terbesar sejak terbunuhnya Osama bin Laden pada 2011 silam.
Intelijen telah menemukan posisi keluarga Al-Zawahiri di Kabul awal tahun ini, kata Biden. Dia menambahkan tidak ada anggota keluarga atau warga sipil lain yang tewas dalam serangan itu.
Al-Zawahiri merupakan orang penting kedua di Al-Qaeda setelah Osama yang menjadi target militer AS. Dia membantu mengoordinasikan serangan 11 September 2001 di AS yang menewaskan hampir 3.000 orang.
Sebelumnya, pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kepada wartawan bahwa CIA melakukan serangan pesawat tak berawak di Kabul menggunakan dua rudal.
Saat serangan terjadi, Al-Zawahiri sedang berada di balkon kediamannya.
Dilaporkan dari Kabul, Ali Latifi dari Al Jazeera mengatakan serangan pesawat tak berawak dilaporkan terjadi di sebuah rumah milik seorang pemimpin Taliban.
“Ini adalah daerah pemukiman Kabul yang sangat padat. Itu dekat toko kelontong, dekat bank, dan jalan utama. Ini adalah daerah di mana penguasa perang, gubernur, dan menteri sebelumnya pernah tinggal di bawah pemerintahan sebelumnya. Itu tidak tersembunyi di mana pun,” kata Ali.
“Itu menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemimpin al-Qaeda saat ini bisa masuk ke Kabul tanpa sepengetahuan pemerintah dan itulah yang disinggung Joe Biden ketika dia mengatakan ini melanggar perjanjian Doha,” terang Ali. [beq/Aljazeera]






