Ponorogo (beritajatim.com) – Para peternak sapi perah di Kecamatan Pudak, Ponorogo, mulai melihat secercah harapan di tengah perjuangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih sejak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menghantam dua tahun lalu. Meski kompensasi pemerintah sebesar Rp10 juta per ekor sapi membantu, hal ini masih jauh dari cukup untuk menutupi kerugian mereka. Kini, dalam keterbatasan, peternak menemukan solusi baru: bertani sayuran sebagai sumber pendapatan tambahan.
Dulu dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah, Kecamatan Pudak mengandalkan produksi susu segar yang dibeli oleh perusahaan nasional. Namun, PMK merusak ratusan peternakan, menyebabkan banyak sapi terinfeksi dan mati. Akibatnya, sebagian besar peternak mengalami kerugian besar.
“Warga masih beternak sapi perah, tetapi juga disambi bertani menanam sayur-sayuran,” ungkap Madi Utomo, Ketua Kelompok Peternak Sapi Perah Toro Agung Sejahtera, Senin (4/11/2024).
Lahan yang biasanya digunakan untuk menanam pakan sapi, seperti suket odot dan rumput gajah, kini dialihkan untuk menanam sayur-sayuran seperti daun bawang, kubis, wortel, dan kentang. “Kebetulan tanah di Pudak cocok untuk sayuran. Sekarang banyak warga yang menanam sayur,” lanjut Madi.
Sebelum wabah, Madi dapat memproduksi sekitar 20 liter susu per hari. Namun, dengan jumlah sapi yang tersisa, produksi susu kini turun menjadi kurang dari 15 liter. “Hasil jual susu sekarang hanya cukup untuk bayar bank. Jadi, untuk kebutuhan sehari-hari kami andalkan hasil bertani,” jelasnya.
Sujito, peternak lain di Desa Pudak Kulon, juga mengalami penurunan penghasilan yang signifikan. Sebelum wabah, ia menghasilkan sekitar Rp7 juta per bulan dari susu, kini penghasilannya menurun menjadi Rp4 juta.
Untuk memenuhi kebutuhan, ia memanfaatkan lahan di sekitar kandangnya untuk menanam daun bawang dan kentang. Hasil panennya dijual di pasar lokal Ponorogo hingga Kabupaten Magetan.
“Saya masih berharap dengan merawat anakan sapi yang ada, produksi susu kami bisa pulih lagi,” ungkapnya.
Di tengah upaya mereka, para peternak berharap dapat memulihkan ekonomi perlahan. Bertani sayuran menjadi solusi bagi peternak sapi perah di Pudak untuk menghadapi dampak wabah PMK sambil menjaga keberlanjutan usaha peternakan yang telah lama menjadi mata pencaharian utama mereka. [end/beq]







1 Komentar
Tetap semangat, pantang menyerah untuk hari esok yg lebih baik