Magetan (beritajatim.com) – Puluhan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membagikan 1.500 bungkus berisi lima butir telur secara gratis kepada warga di simpang empat Alun-Alun Kota Magetan, Rabu (17/1/2024) siang.
Mereka sengaja menyedekahkan telur sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur di pasaran dalam tiga bulan terakhir. Ditambah, harga jagung untuk pakan tak kunjung turun.
Harga telur ayam petelur di pasaran saat ini hanya Rp22.000 per kilogram, turun dari harga normal yakni Rp27.000 per kilogram. Para peternak ayam petelur juga mengeluhkan mahalnya harga pakan jagung yang kini mencapai Rp10.000 per kilogram, dari harga normalnya Rp6.000 per kilogram.
“Kami membagikan menyedekahkan telur ini sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur dan mahalnya harga pakan jagung. Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini,” kata Delta Irawan, salah satu perwakilan peternak ayam petelur di Magetan.
Para peternak ayam petelur berharap aksi mereka ini bisa menjadi perhatian pemerintah. Mereka berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk mengatasi anjloknya harga telur dan mahalnya harga pakan jagung.
“Kami berharap pemerintah bisa turun tangan untuk membantu kami. Kami sudah tidak kuat lagi menanggung kerugian,” kata Sumarwan, salah satu peternak ayam petelur di Magetan.
Warga yang mendapatkan telur gratis pun mengaku senang. Dwi Handayani, salah satu warga Magetan, mengatakan, aksi peternak ayam petelur ini sangat membantu warga.
“Saya ikut prihatin dengan para peternak yang sampai telurnya dibagikan gratis. Semoga harga telur segera membaik,” kata Dwi. [fiq/aje]






