Tuban (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengadakan panen raya kacang tanah di area sawah Poktan Karya Tani, Desa Cendoro, Kecamatan Palang. Meski panen kali ini berhasil, acara tersebut tidak lepas dari keluhan para petani terkait harga jual kacang tanah yang masih tergolong rendah.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, atau yang akrab disapa Mas Lindra, menyadari tantangan yang dihadapi para petani terkait harga jual yang kurang kompetitif. Menanggapi keluhan ini, ia menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban untuk mencari solusi yang tepat.
“Salah satu langkah yang kami ambil adalah dengan memutus mata rantai penjualan melalui kehadiran PT. Dua Kelinci untuk menampung dan membeli produksi kacang tanah dari petani Tuban,” ujar Mas Lindra. Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Tuban sedang memfasilitasi sertifikasi benih varietas lokal melalui UPT Sertifikasi Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, guna meningkatkan harga jual kacang tanah.
Kepala DKP2P Tuban, Eko Julianto, menjelaskan bahwa panen raya kali ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi berbasis pemberdayaan dan ekonomi kerakyatan, dengan fokus utama pada peningkatan produktivitas pertanian. Ia juga mengungkapkan bahwa varietas lokal Tuban yang telah didaftarkan memiliki provitas 6,9 ton per hektar untuk kacang tanah basah.
Eko Julianto juga menyoroti berbagai upaya Pemkab Tuban dalam mendukung sektor pertanian selama tiga tahun terakhir, termasuk pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 109,130 km, pembangunan jaringan irigasi tersier (JIT) sepanjang 7,25 km, serta penyediaan 45 unit sumur bor. Semua infrastruktur ini mendukung predikat Kabupaten Tuban sebagai lumbung pangan nasional.
Tuban sendiri mencatat produksi kacang tanah yang melimpah, dengan total produksi mencapai 20.788 ton pada tahun 2023, dengan provitas 1,727 ton per hektar untuk ose kering. Selain itu, Kabupaten Tuban juga menjadi penghasil jagung terbesar di Jawa Timur dengan produksi sebesar 778.477 ton, serta menempati posisi kelima dalam produksi padi di Jawa Timur dengan 501.741 ton GKG.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan harga kacang tanah di Tuban dapat lebih kompetitif, sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat. [ayu/but]






