Mojokerto (beritajatim.com) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memberikan rekomendasi kepada pasangan Bakal Calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dan Sa’dulloh Syarofi.
Dengan mengantongi surat rekomendasi model B1-KWK tersebut, petahana amankan 25 suara di parlemen.
Surat rekomendasi model B1-KWK tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-Perjuangan Jatim, Budi Sulistyono di Surabaya pada, Kamis (22/8/2024).
Pasca turunnya surat rekomendasi model B1-KWK, tugas sebagai kader PDI-Perjuangan mengawal rekom tersebut untuk memenangkan Idola (Ikfina-Dulloh) di Pilkada Serentak 2024.
“Ya, rekomendasi model B1-KWK turun Ikfina dan Gus Dulloh. PDI-Perjuangan wajib satu komando untuk memenangkan pasangan Idola Rakyat sesuai rekom DPP,” ungkap Wakil Bidang (Wakabid) Komunikasi Politik, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Kabupaten Mojokerto, Setia Puji Lestari, Jumat (23/8/2024).
Sementara itu, Bacalon Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengaku, persiapan dan potensi yang ada sudah ditata semua untuk proses pendaftaran.
“Paling penting harus kami siapkan. Yang jelas untuk menyelesaikan program-program yang tertunda. Terutama infrastruktur yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah,” tambahnya.
Kedepan, masih kata Ikfina, pengembangan percepatan Kabupaten Mojokerto untuk menjadi kabupaten pusat fasilitas umum di masyarakat sekitar dengan mengedepankan kearifan lokal. Khususnya yang berhubungan dengan peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit yang dikemas dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto.
“Nanti harus ada kolaborasi yang bagus antara infrastruktur yang dibutuhkan dengan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa memanfaatkan insfrastruktur yang sudah disiapkan. Seperti itu,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pasangan Idola Rakyat mendapatkan dukungan dari empat partai politik (parpol) besar di Kabupaten Mojokerto dengan total 25 suara dalam Pilkada Serentak 2024. Yakni Partai Kebangkitan Bangsa dengan 10 kursi, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) dengan empat kursi, Partai Golkar dengan lima kursi dan terbaru PDI-Perjuangan dengan enam kursi. [tin/ted]






