Lumajang (beritajatim.com) – Pertamina Patra Niaga resmi memutus hubungan usaha (PHU) dengan pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, setelah ditemukan dugaan penimbunan hingga 1.000 tabung gas subsidi.
Keputusan ini diambil usai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di pangkalan milik warga berinisial B di Dusun Kebonsari, Desa Jarit, Kamis (9/4/2026). Dalam sidak tersebut, petugas menemukan sekitar 1.000 tabung elpiji 3 kilogram yang diduga sengaja ditimbun.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi mengungkapkan, pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram di wilayah Lumajang dalam tiga pekan terakhir.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pertamina bersama Forkopimda Lumajang langsung melakukan sidak di sejumlah titik yang dicurigai.
“Hasil temuan di lapangan, terdapat seribu tabung kosong di pangkalan Dusun Sumbersari. Hal inilah yang menyebabkan harga beredar menjadi di atas HET dan menyebabkan kekurangan pasokan,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4/2026).
Atas pelanggaran tersebut, Pertamina melalui agen terkait langsung menjatuhkan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan usaha terhadap pangkalan milik B.
Tak hanya itu, agen penyuplai elpiji ke pangkalan tersebut juga dikenai sanksi berupa pengurangan alokasi dari SPBE.
“Jadi, untuk agen terkait diberikan sanksi pemotongan alokasi,” tambahnya.
Sementara itu, Polres Lumajang tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penimbunan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Lumajang, Pras Ardinata menyebut, pihaknya telah menerima lima laporan dugaan penimbunan elpiji dari Pemkab Lumajang.
Namun, hingga kini baru satu pangkalan yang diperiksa secara intensif, yakni pangkalan di Kecamatan Candipuro.
“Sementara masih satu pangkalan yang kita periksa, yang di Candipuro, nanti yang lainnya akan kita periksa menyusul setelah ini selesai,” ungkap Pras. [has/beq]







4 Komentar
mantap langkah tegas harus diterapkan
kalau belum tuntas sidak, jangan press release dulu, agen dan pangkalan yang lain sudah keburu siaga.
smpe keMadura langka… biasa permainan dlm pendistribusian.. kan sdh naik harga.. tp msh langka… hrga sdh g wjr.. sidak trus smpe SBY dan madura..
paragraf kelima,, 1000 tabung kosong .. pangkalan itu ada yg quotanya 1000 lebih per bulan , kalau tidak ada jadwal pengisian yg tetep kosong dan stay di pangkalan , beda lagi kalau isi ,