Bojonegoro (beritajatim.com) – Manajemen Persibo Bojonegoro dalam melakoni kompetisi Liga 2 musim 2024-2025 berkeyakinan menyandang tuan rumah. Namun, hasil assessment yang dilakukan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), kandang klub Laskar Angling Dharma itu masih ada catatan.
Chief Executive Officer (CEO) Persibo Bojonegoro Eko Setiawan menjelaskan, pihak manajemen saat ini memang masih belum banyak mempublikasikan kegiatan yang dilakoni. Hal itu karena ada suatu hal yang belum terselesaikan. Salah satunya adalah verifikasi dan assessment stadion Letjend H Soedirman Bojonegoro.
“Sabtu kemarin, PT LIB dan PSSI telah melaksanakan assessment dan verifikasi Stadion Letjen Soedirman Bojonegoro, hasilnya belum keluar, namun kami pastikan layak dan lolos verifikasi,” ujar Eko Setyawan, Selasa (30/7/2024).
Pria yang juga sebagai salah satu Exco PSSI ini menyebut, jika ada beberapa masukan dari PT LIB terkait Stadion Letjend H Soedirman Bojonegoro. Diantaranya, lampu penerangan. Namun, menurutnya tidak menjadi masalah karena dalam pertandingan banyak dimainkan pada sore hari. “Pertandingan liga 2 dilakukan sore hari jadi tidak membutuhkan lampu,” tambahnya.
Seperti diketahui, menjelang bergulirnya Liga 2 musim 2024-2025 hingga akhir Juli 2024 manajemen Persibo Bojonegoro belum nampak melakukan latihan tim hingga transfer pemain. Dibanding tim lain peserta Liga 2 musim mendatang, banyak yang sudah melakukan persiapan hingga teken kontrak dengan pemain asing.
Sebut saja, kabupaten sebelah, Persela Lamongan, telah mendatangkan pemain-pemain bertabur bintang. Belum adanya pergerakan dari manajemen ini membuat para suporter dan publik sepakbola bertanya-tanya, apakah tim kebanggan warga Bojonegoro ini tidak serius dalam meracik tim setelah naik kasta ke Liga 2.
Sementara diketahui hasil inspeksi Stadion Letjend H Soedirman Bojonegoro yang dilakukan PSSI dan PT LIB pada Sabtu (27/7/2024) ada beberapa catatan. Diantaranya lebar lapangan masih 100 meter x 60 meter. Sehingga, bisa disesuaikan dengan standar kompetensi Liga 2 yang memiliki ukuran lapangan 110 meter x 68 meter.
“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi standar sesuai ketentuan penyelenggara. Dan hasil rekomendasi dari PT LIB dan PSSi,” ujar Ketua Panpel Persibo Bojonegoro, Lasmiran.
Selain itu, Panpel Persibo juga berupaya melakukan setting ulang sorot lampu. Pasalnya, sorot lampu stadion yang ada saat ini belum merata. Ada beberapa titik yang masih gelap dan titik lain terlalu terang. “Jadi, harus disetting ulang agar sorot lampunya lebih merata,” pungkasnya. [lus/kun]






