Surabaya (beritajatim.com) – Ripal Wahyudi, pemain muda Persebaya asal Jawa Barat ini harus menerima kenyataan jika sang peracik strategi merubah pola latihan di siang hari. Menurutnya, dengan latihan siang hari dan intensitas tinggi sangat berat, namun sebagai pemain harus dipaksa karena ini berkaitan dengan jadwal pertandingan yang lebih banyak bertanding sore hari.
Apalagi setelah melakukan banding dengan LIB, pertandingan malam hari untuk Persebaya dikurangi hanya untuk pertandingan di luar Jawa. “Awal-awal pasti panas. Tapi, kami mencoba paksa saja. Alhamdulillah. Berat tentunya, tapi kami sebagai pemain harus dipaksa untuk persiapan pertandingan nanti,” katanya, Rabu (12/7/2023).
Lebih lanjut dikatakan Ripal, perubahan yang dilakukan pelatih adalah demi tim, maka sebagai pemain harus siap apalagi di laga terakhir Persebaya hanya menerima satu poin bermain di kandang.
Otomatis pelatih akan berusaha mengevaluasi apa yang kurang dari pemain dan memperbaiki itu dan hal itu yang membutuhkan proses.
Beradaptasi memadupadankan satu persatu pemain diposisinya masing-masing apalagi di lini pertahanan. “Kami belum cukup padu, masih memerlukan adaptasi yang lebih. Ke depannya kami akan berusaha menjaga pertahanan lebih kuat lagi,”ungkapnya.
Selanjutnya dipertandingan ketiga, Persebaya akan berhadapan dengan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang. (way/kun)
BACA JUGA:






