Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare, Sulawesi Selatan, yang dinilai belum siap sepenuhnya untuk menggelar pertandingan BRI Liga 1.
Laga antara PSM Makassar dan Persebaya dijadwalkan berlangsung pada Jumat (7/3/2025), namun sejumlah fasilitas masih dianggap jauh dari kata layak.
Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, menyampaikan bahwa timnya menemukan berbagai kekurangan saat melakukan official training di stadion tersebut.
“Kami dari Persebaya sudah melaporkan kondisi ini ke PT Liga Indonesia Baru (LIB). Dalam surat sebelumnya, PT LIB menyatakan stadion siap digunakan, tetapi kenyataannya masih banyak kekurangan,” ujar pria yang akrab disapa Vino, Kamis malam (6/3/2025).
Menurut Vino, salah satu masalah utama yang mencolok adalah kondisi tribun penonton yang masih dalam tahap renovasi. “Kami menemukan banyak material bangunan yang berserakan di tribun. Ini jelas berisiko bagi keselamatan suporter maupun pemain,” tuturnya.
Tak hanya itu, fasilitas di ruang ganti pemain juga dinilai tidak mendukung kenyamanan tim tamu. “Pendingin ruangan di ruang ganti tidak beroperasi, dan ini sangat mengganggu persiapan pemain sebelum bertanding,” tambahnya.
Dalam video unggahan tim Persebaya, terlihat sisa-sisa material renovasi yang masih berada di sekitar stadion. Debu dan beberapa area yang belum terselesaikan semakin menegaskan bahwa stadion ini belum benar-benar siap untuk menggelar pertandingan sekelas BRI Liga 1.
Meski menghadapi situasi yang kurang ideal, Persebaya tetap bertekad tampil maksimal di laga melawan PSM Makassar. “Kami tetap fokus pada pertandingan dan berusaha memberikan yang terbaik di lapangan,” pungkas Vino.
Dengan adanya laporan ini, diharapkan PT LIB dapat segera melakukan evaluasi agar kondisi stadion lebih layak untuk pertandingan selanjutnya. (way/ted)






