Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya memiliki pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan, salah satunya terkait mentalitas pemain.
Hal ini menyusul kekalahan telak yang dialami Persebaya saat menghadapi Borneo FC dengan skor 5-1. Kekalahan tersebut menjadi yang terbesar bagi Persebaya sepanjang musim ini.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut, terlebih karena jeda pertandingan berikutnya cukup panjang.
“Sebagai pelatih, saya merasa sangat buruk, karena target saya setelah kalah dengan skor 1-0 atau 2-1 adalah agar keesokan harinya saya dapat segera berlatih dan segera bertanding,” ungkapnya, Kamis (26/3/2025).
“Namun kami baru akan bermain tanggal 4 April. Terlalu lama setelah kekalahan telak,” imbuhnya.
Tavares mengakui, mengembalikan mentalitas pemain bukan perkara mudah, terutama karena tim memang tengah berada dalam periode kurang baik sebelum libur Lebaran. Dari lima pertandingan terakhir, Persebaya hanya meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Untuk itu, ia berencana menggelar evaluasi menyeluruh, baik secara individu maupun tim, guna membenahi kekurangan yang terjadi di lapangan.
“Kami akan mengadakan pertemuan individual dan juga dengan tim tentang hal-hal yang tidak kami lakukan dengan baik dan menganalisa pertandingan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya aspek teknis, melainkan juga mentalitas pemain saat bertanding.
“Karena terkadang, bukan hanya umpan atau posisi, terkadang mentalitaslah yang menjadi masalah,” tambahnya.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti performa pemain saat menghadapi Borneo FC, yang dinilai tidak maksimal. Tim kerap kalah dalam duel, lemah dalam transisi defensif maupun ofensif, meski hal tersebut sudah diantisipasi sebelum pertandingan.
Ia menyebut, proses terjadinya gol-gol lawan sebenarnya sudah dibahas dalam persiapan.
“Kami menganggap gol-gol tersebut sesuai dengan yang telah kami bicarakan, dan ini membuat kami frustrasi,” jelasnya.
Menurutnya, pemain-pemain kunci Borneo FC yang sebelumnya sudah diidentifikasi justru mampu mencetak gol sesuai prediksi.
“Pemain-pemain inilah yang mencetak gol dan mereka mencetak gol sesuai dengan yang telah kita bicarakan,” ujarnya.
Meski persiapan dinilai berjalan baik, kesalahan tetap terjadi saat pertandingan berlangsung.
“Artinya, kami bekerja dengan baik dalam persiapan. Tetapi setelahnya, dalam pertandingan kami melakukan kesalahan. Sekarang, kita perlu memperbaiki ini,” pungkasnya. (way/but)






