Pamekasan (beritajatim.com) – Perilaku insan pers sangat berdampak besar bagi kepercayaan publik terhadap pers, khususnya sebagai satu dari empat pilar demokrasi yang mulai dianggap rapuh.
Hal tersebut disampaikan Imaduddin, dalam Workshop Tangkal Hoaks; ‘Pers Sehat untuk Pamekasan Bersahabat’ yang digagas Media Call Center (MCC) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, di Wahana Bina Praja Pemda Pamekasan, Jum’at (30/8/2024).
“Kondisi masyarakat saat ini bisa dikatakan selemah-lemahnya iman, seiring dengan rapuhnya tiga pilar demokrasi, eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Sehingga pers menjadi satu-satunya yang harus memulai lagi kepercayaan publik,” Imaduddin.
Mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Timur, juga menilai kondisi saat ini justru merapuhkan hampir semua pilar demokrasi, termasuk pers. Sekalipun masih terdapat beberapa media yang tetap ansih pada komitmen independensi dan kode etik jurnalistik.
“Kegelisahan tentang pers saat ini justru terletak pada penyalahgunaan profesi wartawan, sehingga penyelamatan profesi mulia ini harus dimulai dari kerja yang baik dan benar-benar mencerminkan sebagai pilar demokrasi,” ungkapnya.
Memang kondisi tersebut cukup berat, namun jika kembali pada komitmen maupun kode etik yang ada, bukan tidak mungkin kondisi tersebut bisa kembali normal. “Dari ketiga pilar yang sudah kita anggap rapuh, mari kita mulai dari pers,” tegasnya.
“Posisi pers sebagai pilar demokrasi, bagaimana kita bisa mengembalikan pada posisi itu. Artinya bagaimana kita mengembalikan kepercayaan publik, dan bagaimana berita yang dibuat bisa membuat orang percaya,” pungkasnya. [pin/kun]






