Blitar (beritajatim.com) – Blitar masuk daerah rawan Pemilu di Jawa Timur. Total ada 1577 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masuk kategori daerah rawan pada Pemilu 2024 ini.
Blitar masuk kategori daerah rawan lantaran memiliki jumlah TPS yang banyak serta memiliki wilayah yang luas dengan kondisi geografis berbeda-beda. Selain itu, pernah ada peristiwa pemungutan suara ulang di Blitar juga menjadi salah satu sebab Bumi Bung Karno masuk daerah rawan.
“Yang jelas rawan dari awal kita sudah mengajukan perbantuan BKO, kerawanan itu karena mamang jumlah personel terbatas dengan wilayah yang harus diamankan begitu luas kita minta perbantuan BKO,” kata AKBP Danang Setiyo Pambudi, Kapolres Blitar Kota, Senin (12/2/2024).
Blitar sendiri pernah menggelar pemungutan suara ulang pada Pemilihan Gubernur 2018 lalu. Saat itu ada satu TPS di Kota Blitar yang diharuskan untuk menggelar pemungutan suara ulang lantaran ditemukan kecurangan.
Selain itu peristiwa kerusuhan juga pernah terjadi di Blitar. Saat itu, petugas KPPS di salah satu TPS di Blitar diserang oleh seseorang hingga terluka.
Berbagai kondisi itulah yang disinyalir membuat Blitar masuk daerah rawan di Pemilu 2024.
“Kita sudah antisipasi itu, kita analisa, kita antisipasi dengan pola pengamanan dan bagaimana tindakan kepolisian kita nanti akan laksanakan,” imbuhnya.
Polres Blitar Kota sendiri, telah melakukan pemetaan wilayah. Total ada 4 TPS yang masuk daerah rawan.
Rinciannya 2 TPS rawan tersebut berada di dalam Lapas Kelas 2 B Blitar. Sementara 2 lainnya berada di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.
“Faktor alam, ada faktor yang lain juga, yang jelas di dalam Lapas sudah ditetapkan lokasi rawan dan penangannya memang khusus,” tutupnya. [owi/beq]






