Surabaya (beritajatim.com)- Penggunaan gawai dan internet berlebih bisa menimbulkan kecanduan yang berdampak buruk pada kesehatan. Sebagaimana dijelaskan oleh ahli Adiksi Perilaku dan Kepala Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSCM Kristiana Siste. Bahwa seseorang yang mengalami kecanduan dunia maya akan mengalami perubahan pada otak.
Perubahan yang terjadi meliputi konektivitas fungsional otak antara area parietal lateral dan korteks prefrontal lateral menurun. Akibat dari perubahan itu, seseorang akan sulit membuat keputusan, sulit dalam pengendalian diri, mengalami penurunan prestasi, sulit konsentrasi dan fokus, penurunan kapasitas proses memori, hingga kognisi sosial yang negatif.
Jika dampak kecanduan itu tidak segera ditangani dan pergi ke ahli maka bisa terjadi demensia di usia dini. Mudah lupa di usia dini tentu tidak diinginkan oleh banyak orang. Jika itu terjadi pada orang dewasa, akan membuat memori jadi terganggu, tidak bisa mengendalikan diri, dan tidak bisa mengambil keputusan secara tepat.
Pada akhirnya, seseorang bisa tidak tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat mental dan fisik. Fungsi otaknya akan mengalami banyak gangguan.
Dampak lain yang bisa terjadi dari kecanduan dunia maya adalah adalah obesitas, kelelahan, agresif, gangguan, merasa kesepian sangat kuat, serta hubungan dengan teman dan orang tuanya terganggu. Terkait kecanduan internet, berikut ini beberapa fenomena yang sering kali terjadi.
1. FOMO (fear of missing out)
Seseorang yang kecanduan internet akan merasa harus mengetahui dan mengikuti semua tren kekinian, informasi terkini, hingga status terbaru milik orang lain. Generasi milenial dan generasi z begitu rentan mengalami ini karena tekanan teman sebaya.
2. Phantom vibration syndrome
Merupakan fenomena sensasi getaran gawai walau nyatanya tidak ada getaran tersebut. Ini umum terjadi pada seseorang yang selalu punya kesibukan di dunia maya. Sehingga seolah merasa ada notifikasi yang harus terbaca, padahal nyatanya tidak ada.
3. Phubbing atau phone + snubbing
Fenomena di mana individu mengabaikan interaksi dunia nyata untuk interaksi sosial dalam dunia maya melalui gawainya. Banyak terlihat di tongkrongan yang lebih fokus pada gawai dari pada obrolan panjang bersama teman.
Demi menghindari beberapa fenomena yang sebenarnya berbahaya itu. Bisa diawali dari memutus rasa ketergantungan pada media sosial, dan coba alihkan pada dunia nyata. [dan/esd]






