Jember (beritajatim.com) – Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus ingin menjadikan program homecare bagi warga miskin di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebagai progran percontohan nasional.
“Ini enggak ada loh di provinsi lain. Kalau toh ada sifatnya parsial. Tapi (di Jember) ini kan program negara,” kata Benjamin, saat peluncuran program homecare bagi warga miskin, di Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jumat (24/7/2026).
Benjamin mengaku kaget dan terkesan dengan program tersebut, mengingat tingkat kesulitan pelaksanaannya. “Saya ini heran, kok bisa Pak Bupati mengundang saya untuk (meresmikan) sesuatu yang sukar,” katanya.
Keterkejutan Benjamin bertambah, setelah mengetahui bahwa ongkos transportasi homecare sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah. “Luar biasa. Terima kasih, Pak Bupati,” katanya.
Benjamin menyebut homecare untuk warga miskin program mulia. “Tidak bisa dibebankan kepada kabupaten saja. Pemerintah pusat harus ikut menolong membantu pembiayaannya. Maka harus disusun, harus diajukan lewat anggota DPR kita,” katanya.
Dokter spesialis paru ini meminta Bupati Muhammad Fawait untuk segera menyiapkan presentasi yang terukur di Kementerian Kesehatan dalam waktu dekat untuk diterapkan di provinsi lainnya. “Kita buat role modelnya, kita laporkan presiden, sehingga 2027-2028 bisa jadi program nasional,” katanya.
Benjamin berharap anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jember dan Lumajang mendukung upaya pembiayaan program tersebut oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. “Tolong DPR juga mendukung, sehingga uang transportasi yang keluar dari APBD Kabupaten Jember, kalau boleh pemerintah pusat juga ikut nambahin,” katanya.
Ide program homecare ini tercetus setelah Bupati Muhammad Fawait mendapat informasi, bahwa masyarakat tidak mampu tetap enggan berobat ke rumah sakit dan puskesmas walau sudah ada program Universal Health Coverage Prioritas karena persoalan biaya hidup. “Alasannya kalau mereka berangkat butuh biaya, dan saat keluarga ditinggalkan, siapa yang cari makan,” katanya.
Dengan kata lain program homecare ini melengkapi program Universal Health Coverage Prioritas yang sudah diluncurkan pada 1 April 2025 bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.
Homecare adalah layanan kesehatan jemput bola yang dilakukan 50 puskesmas dan tiga rumah sakit daerah. Kurang lebih 1.200 orang petugas kesehatan dikerahkan mendatangi rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan dasar dan memfasilitasi layanan telemedis dengan dokter umum, dokter spesialis, dan bahkan dokter subspesialis tanpa harus meninggalkan rumah.
Demi melancarkan program itu, Bupati Fawait menarik mobil dinas sejumlah organisasi perangkat daerah dan camat untuk digunakan program tersebut. Langkah ini mendapat pujian Wamenkes Benjamin. “Terima kasih Pak Camat mau mengorbankan mobilnya untuk kegiatan ini,” katanya. [wir/but]






