Malang (beritajatim.com) – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) di Kampus 2 ITN Malang, Senin (23/2/2026). Langkah ini merupakan komitmen nyata kedua belah pihak dalam membangun daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Timur secara berkelanjutan.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., mengungkapkan bahwa kemitraan dengan Mahakam Ulu menjadi salah satu kolaborasi paling progresif dalam dua tahun terakhir. Saat ini, sebanyak 30 putra-putri terbaik asal Mahulu tercatat tengah menempuh pendidikan di ITN Malang dengan capaian akademik yang sangat kompetitif.
Awan menegaskan bahwa kampus tidak hanya membekali para mahasiswa dengan teori akademis, tetapi juga keahlian teknis melalui laboratorium terbaru dan Center of Excellence (CoE). Salah satu bukti keberhasilan pembinaan ini adalah terpilihnya mahasiswi asal Mahulu sebagai Juara 3 Duta Kampus ITN Malang beberapa waktu lalu.
Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, menegaskan bahwa investasi Sumber Daya Manusia (SDM) jauh lebih krusial dibandingkan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Ia percaya bahwa infrastruktur modern akan sia-sia jika tidak dikelola oleh tenaga lokal yang mumpuni dan memiliki keahlian spesifik.
“Visi saya adalah keberlanjutan. Kami mengevaluasi apa yang kurang dan melanjutkan fondasi yang sudah ada,” ujar Bupati Angela saat memberikan sambutan resmi di hadapan jajaran pimpinan ITN Malang.

Ia berharap para lulusan ITN asal Mahulu nantinya tidak hanya pulang membawa ijazah, namun juga berani membuka lapangan pekerjaan baru di wilayah perbatasan. Hal ini menjadi target utama Pemkab Mahulu dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat lokal.
Selain sektor pendidikan, kolaborasi ini mencakup penanganan masalah krusial di lapangan seperti penyediaan sarana air bersih bagi warga. Selama ini, masyarakat di Mahakam Ulu masih sangat bergantung pada air sungai untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dan konsumsi harian.
ITN Malang juga terlibat aktif dalam perencanaan pembangunan alun-alun dan pusat perkantoran modern yang mengusung konsep ramah lingkungan. Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) turut menjadi poin utama kerja sama untuk mengatasi krisis energi yang sering dialami wilayah perbatasan.
Kepala Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, menjelaskan bahwa tim ahli telah memetakan topografi Mahulu menggunakan teknologi LiDAR. Data dengan akurasi tinggi tersebut digunakan sebagai dasar perencanaan tata ruang yang lebih presisi dan efektif bagi pembangunan daerah.
“Mahulu adalah mitra strategis yang paling rajin mengimplementasikan MoU menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS) setiap tahunnya,” jelas Ardiyanto mengenai progres teknis di lapangan. Pihaknya kini telah masuk ke ranah RDTR Perkotaan Ujoh Bilang hingga perencanaan tata lingkungan di pusat pemerintahan dan area bandara.
Tahun ini, cakupan kerja sama akan semakin diperluas dengan melibatkan Dinas PUPRPKP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Mahakam Ulu. Fokus utama pengembangan meliputi pendampingan profil Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) hingga perencanaan infrastruktur pelabuhan yang strategis bagi mobilitas warga.
Agenda penandatanganan ini juga diperkuat dengan diskusi mendalam bersama para pakar senior dari ITN Malang untuk mematangkan konsep pembangunan daerah. Nama-nama seperti Ibnu Sasongko, Evy Hendriarianti, dan Widodo Pudji Muljanto hadir memberikan perspektif ahli dalam bidang tata kota, sanitasi, hingga energi kelistrikan. [dan/beq]






