Lamongan (beritajatim.com) – PSSI Kabupaten Lamongan terus bertransformasi untuk memperkuat pembinaan pesepakbola usia dini, dengan menggelar kompetisi berjenjang, serta menghadirkan terobosan baru untuk menghadirkan sistem kompetisi yang lebih terstruktur.
Dari sisi kompetisi, PSSI Lamongan resmi menambah kategori baru untuk kelompok usia U-14, yang dikemas dalam Youth Elite Soccer League.
Kompetisi ini digelar untuk melengkapi dua kompetisi reguler yang sudah berjalan sejak tahun lalu, yakni Liga Anak Megilan U-10 dan U-12, serta Turnamen Pelajar.
Ketua PSSI Lamongan, Edy Yunan Achmadi, menjelaskan bahwa peserta Liga Anak Megilan dan Youth Elite Soccer League terdiri dari berbagai klub dan sekolah sepakbola (SSB) yang ada di Lamongan.
Sedangkan Turnamen Pelajar diikuti oleh lembaga pendidikan, sehingga menjadi wadah bagi bakat-bakat pesepakbola muda yang mungkin belum bergabung dengan SSB maupun klub.
“Jadi tahun 2026 ini, PSSI Lamongan bakal menggelar 3 turnamen sepakbola usia dini. Ada Youth Elite Soccer League untuk kategori U-14 yang baru kita gelar tahun ini, kemudian Liga Anak Megilan dan Turnamen Pelajar yang tahun ini sudah memasuki musim kedua,” kata Yunan, Jumat (3/4/2026).
Lebih lanjut Yunan menyampaikan, tahapan awal untuk persiapan kompetisi sudah mulai berjalan, termasuk proses pengundian peserta.
“Drawing sudah kami lakukan, dan untuk jadwal pertandingan akan segera kami rilis dalam waktu dekat,” tuturnya.
Selain menambah kategori kompetisi, PSSI Lamongan juga melakukan terobosan dengan meluncurkan sistem digital bertajuk SIP LA (Sistem Informasi PSSI Lamongan). Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh data pemain secara terpusat.
“SIP LA ini mirip dengan sistem SIAP milik PSSI. Nantinya akan menampung seluruh data pemain, mulai dari pendaftaran, hingga administrasi lainnya,” tuturnya.
Menurut Yunan, kehadiran sistem ini menjadi langkah maju dan wujud keseriusan PSSI Lamongan, dalam meningkatkan tata kelola sepak bola di tingkat daerah.
“Sejauh ini, di Jawa Timur belum ada kabupaten atau kota yang memiliki sistem seperti ini. Dengan kombinasi kompetisi berjenjang dan dukungan sistem digital, kami berharao bisa meningkatkan kualitas pembinaan secara berkelanjutan,” ucap Yunan. [fak/suf]






