Surabaya (beritajatim.com) – Tim Pengawasan Haji Khusus membahas rencana pelayanan kesehatan untuk jemaah haji khusus di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah, Kamis (1/6/2023).
Dalam pertemuan tersebut, diketahui stok obat KKHI terbatas sehingga KKHI tidak melayani permintaan obat-obatan dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dengan jumlah yang banyak.
Meski demikian, KKHI meminta agar PIHK tetap bertanggung jawab penuh atas jemaah yang mendapatkan pelayanan atau perawatan di KKHI.
“Tim Pengawasan Haji Khusus dan KKHI Daker Makkah akan selalu berkoordinasi dalam rangka keberlangsungan jemaah haji khusus yang sedang mendapatkan pelayanan/perawatan di KKHI Daker Makkah,” kata Kabid Pengawasan Haji Khusus PPIH Arab Saudi Mujib Roni dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (2/6/2023).
Berdasarkan hasil koordinasi, Mujib mengungkapkan bahwa KKHI Daker Makkah akan memberikan layanan kesehatan hingga tugas di Makkah selesai. JIka masih ada jemaah yang sakit hingga penutupan layanan di Makkah, maka ada kemungkinan untuk dialihkan ke KKHI Daker Madinah.
BACA JUGA: Innalillahi, Lima Jemaah Haji Wafat dan 80 Orang Rawat Inap
Mujib juga menambahkan bahwa KKHI Daker Makkah memiliki keterbatasan fasilitas sehingga tidak memberikan layanan safari wukuf.
“KKHI Daker Makkah tidak memberikan layanan safari wukuf bagi jemaah haji khusus. Sebab, fasilitasnya terbatas. Safari wukuf juga mutlak menjadi kewajiban PIHK,” imbuh Mujib Roni.
Lebih dari itu, Mujib menyebutkan bahwa KKHI Daker Makkah bertanggung jawab untuk melayani semua jemaah haji Indonesia yang berada di Arab Saudi.
“KKHI Daker Makkah berkomitmen untuk melayani semua jamaah haji tidak hanya jemaah haji regular tetapi seluruh warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah haji khusus dan mujamalah/furoda,” pungkasnya. (nap)






