Peristiwa

Tidak Bisa Kuliah, Seorang Remaja di Magetan Gantung Diri

Polsek Kawedanan bersama Puskesmas setempat saat mengevakuasi jasad korban, di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Magetan, Rabu (9/6/2021).[Foto/Istimewa].

Magetan (beritajatim.com) – Angga Setyawan (17) seorang remaja asal Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Magetan ditemukan meninggal gantung diri di tiang rumah belakangnya dengan seutas kain. Korban diduga depresi akibat tidak bisa kuliah.

“Dari keterangan saksi-saksi korban sempat meminta untuk dapat melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi (kuliah.red). Namun orang tuanya yang hanya berprofesi sebagai buruh tani menolak karena tidak memiliki biaya,” kata Kapolsek Kawedanan AKP Suyatni di lokasi, Rabu (9/6/2021).

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Ibunya sendiri usai pulang dari mencuci baju di sungai. Menurut keterangan saksi, korban sebelumnya berada dirumah untuk memperbaiki televisi. Lalu, sang ibu berpamitan mencuci baju di sungai.

“Setelah ibu korban pulang, dia mendapati korban sudah tergantung pada kuda kuda rumah belakang dengan tali kain melilit di leher,” ceritanya.

Lanjutnya, mengetahui hal tersebut ibu korban berteriak meminta tolong, dan terdengar oleh Slamet yang kebetulan sedang menggarap sawah di dekat rumah korban. “Sempat ditolong dengan menurunkan korban daro blandar kayu, namun korban tidak terselamatkan,” ungkapnya.

Dari hasil visum luar oleh unit identifikasi polres Magetan dibantu dari tim kesehatan puskesmas Tladan bahwa tidak ditemukan tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban, identik dengan korban gantung diri. Pada tubuh korban terdapat bekas jeratan pada leher korban dan pada kemaluan mengeluarkan sperma.

“Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima atas meninggalnya anaknya dan tidak akan menuntut siapapun, selanjutnya jenazah kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya.(asg/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar