Jombang (beritajatim.com) – Sutrami (63) berdiri mamatung di halaman rumah eks Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, Senin (8/8/2022). Kelopak matanya mengeluarkan cairan bening. Air mata itu menggarisi pipi. Sutrami merogoh tisu. Lalu menyapu cairan bening yang menetes dari matanya.
Sutrami memang sengaja datang ke rumah tetangganya. Dia mendapatkan kabar bahwa mantan Bupati Jombang Nyono Suharli bebas dari LP (Lembaga Pemasyarakatan) Porong Sidoarjo. Sejak pagi Sutrami sudah berdandan. Mengenakan kerudung putih dan baju lengan panjang. Hal serupa dilakukan oleh ratusan tetangga lainnya, yakni warga Sepanyul.
Ratusan orang ini berbaris. Mulai gerbang masuk kediaman Nyono Suharli hingga di pendapa rumah. Mereka berjajar rapi. Ketika Nyono datang, mereka berdiri. Warga ingin bersalaman dengan mantan bupati yang baru bebas menjalani hukuman.
Sutrami berada di barisan ujung. Dengan sabar dia menunggu bersalaman dengan Nyono. Suasana semakin haru. Pasalnya, seiring dengan Nyono salaman, lantunan salawat badar berkumandang. “Saya ingat Bu Catur,” ujar Sutrami sembari menyeka air matanya menggunakan tisu putih.
Bu Catur adalah istri Nyono Suharli. Nama lengkapnya Tjaturina Yuliastuti. Bu Catur meninggal pada 30 Juni 2021 di RS Unair Surabaya. Penyebabnya, serangan Covid-19. Saat itu Nyono masih menjalani hukuman di LP Porong Sidoarjo. Tjaturina dikebumikan di makam keluarga. Lokasinya di belakang rumah.

Kesedihan serupa juga dirasakan Sulianah (54), warga lainnya. Usai bersalaman dengan Nyono, wanita berkerudung merah muda ini matanya terlihat sembab. Dia lalu duduk di tepian taman rumah mantan Bupati Jombang tersebut. Kok menangis bu? “Iya, saya terharu,” kata Sulianah lalu menunduk.
Memang kedatangan Nyono Suharli ini mendapat sambutan luar biasa dari warganya. Para koleg selama dirinya menjabat sebagai Bupati Jombang juga hadir. Termasuk Wakil Bupati Jombang Sumrambah juga hadir mewakili Pemkab Jombang. Meski pada Pilkada 2018 keduanya berkompetisi, namun saat ini dua pria itu nampak akrab.
Sumrambah yang datang mengenakan seragam dinas warna coklat, disambut langsung oleh Nyono. Keduanya lalu berjabat tangan. Sangat erat. Dan dipungkasi dengan saling memeluk. Hadir pula di rumah itu anggota DPRD Jombang Rohmad Abidin dari PKS, Arif Sutikno dari Partai Golkar, serta tamu lainnya.
Nyono datang ke kampung halamannya sekitar pukul 7.30 WIB. Tempat yang pertama kali dituju bukan kediamannya. Tapi makam sang istri Tjaturina Yuliastuti. Selain membacakan tahlil dan doa bersama, pria berkulit putih ini juga menabur bunga di pusara tersebut. Bahkan Nyono juga mencium batu nisan sang istri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”nyono-suharli-wihandoko”]
Di hadapan ratusan orang, Nyono menyampaikan sambutannya. Dia bersyukur bebas pada 10 Muharram 1444 H. Baginya hari tersebut penuh berkah. Dia lalu menyitir kisah Nabi Yusuf yang dibebaskan dari penjara Kota Mesir pada 10 Muharram. “Saya bersyukur kepada Allah, bisa melewati ujian dengan penuh kesabaran,” kata Nyono.
Mantan Bupati Jombang Nyono Suharli mengungkapkan beberapa keinginannya setelah bebas dari LP Porong Sidoarjo. Dia ingin momong cucu dan aktif dikegiatan sosial kemanusiaan. Soal politik? Nyono masih berpikir. Baginya soal tersebut butuh proses panjang.
“Anak saya sudah besar. Saya sudah punya cucu. Nah, di waktu yang tersisa ini saya ingin momong cucu. Soal kembali ke politik, itu butuh proses panjang. Saya harus diskusi dengan keluarga, dengan saudara, juga dengan masyarakat. Sekali lagi, hal tersebut butuh proses panjang,” katanya menegaskan.

Seperti diketahui, Nyono menjalani hukuman di LP Porong Sidoarjo selama 4 tahun, 3 bulan. Kasus yang menyeretnya ke meja hijau itu bermula ketika terjaring operasi tangkap tangan KPK pada Februari 2018. Dia diamankan di Stasiun Balapan Solo dengan barang bukti uang Rp 25 juta. Selain itu, didapatkan juga uang dalam pecahan dollar AS sebesar 9.500.
Nyono diduga terlibat suap dari seorang pegawai Dinas Kesehatan Jombang, serta mengambil dana kutipan jasa pelayanan kesehatan dana kapitasi BPJS dari 34 puskesmas yang ada di wilayahnya.
Saat itu Nyono sedang mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang periode kedua (2018-22023). Saat pemilihan bupati, Nyono berada dalam tahanan. Pesta demokrasi tersebut dimenangkan pasangan Mundjidah Wahab-Sumrambah. [suf]






