Peristiwa

Sediakan Layanan Esek-esek, Panti Pijat Yuli Massage Kediri Digerebek

Barang bukti

Kediri (beritajatim.com) – Unit Resmob Polres Kediri Kota menggerebek Panti Pijat Yuli Massage di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 74 di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri. Pasalnya, tempat usaha ini melakukan praktek perdagangan manusia dan memudahkan perbuatan cabul.

Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan empat orang pelaku. Masing-masing AN (29) warga Desa Baturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang sebagai terapis, MF (28) warga Desa Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak sebagai kasir, NB (35) warga Jalan Kedung Halang Pasir Jambu Bogor, Jawa Barat sebagai pengunjung dan YL (42) warga Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek sebagai pemilik panti pijat.

Ikut diamankan barang bukti, tisu bekas lap sperma, sprei, tisu basah, BH, dua rekapan hasil pijat, sertifikat LP3S (Lembaga pendidikan , pelatihan dan pijat sehat) atas nama Yuliati, surat ijin penyehat tradisional atas nama Yuliati, uang tunai disita dari kasir sebesar Rp 637 ribu dan uang tunai disita dari terapis Rp 300 ribu.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota Iptu Girindra Wardana mengatakan, penggerebekan panti pijat plus-plus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Dimana, panti pijat Yuli Massage tersebut menyediakaan layanan esek-esek. Selanjutnya petugas mendatangi tempat usaha itu.

“Saat kami datang, mendapati seorang laki laki bersama terapis masih di dalam kamar. Selanjutnya Unit Resmob melakukan penggeledahan di kamar tersebut dan menemukan tissu bekas untuk mengelap sperma yang berada di kasur,” kata Iptu Girindra, Senin (22/3/2021) malam.

Dari hasil keterangan pelanggan yang di dalam kamar tersebut bahwa yang bersangkutan tadi memesan paket seharga Rp 100 ribu dengan layanan pijat 60 menit selanjutnya pelanggan  menambah fasiltas Hand Job dengan cara di keluarkan  menggunakan tangan dan menambah biaya Rp 150 ribu.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal Pasal 2 UU RI no 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pasal 296 KUHP dan atau 506 KUHP. [nm/ted].



Apa Reaksi Anda?

Komentar