Ringkasan Berita:
- BPBD Kabupaten Jember menjadi juara umum Lomba Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Jawa Timur 2026 di Pacitan.
- Kompetisi diikuti 35 BPBD kabupaten/kota dengan berbagai kategori terkait kesiapsiagaan dan respons bencana.
- BPBD Jember memperoleh nilai tertinggi sehingga berhak membawa pulang trofi bergilir Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
- Keberhasilan tersebut didukung sinergi Tim Reaksi Cepat (TRC) dan 54 komunitas relawan kebencanaan di Jember.
Jember (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember berhasil menyabet juara umum Lomba Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Jawa Timur 2026 yang digelar di Kabupaten Pacitan pada 21-23 Juli 2026. Atas capaian tersebut, BPBD Jember berhak membawa pulang trofi bergilir Pemerintah Provinsi Jawa Timur setelah meraih nilai tertinggi dari seluruh peserta.
Kompetisi tersebut diikuti 35 BPBD kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang bersaing dalam sejumlah kategori lomba. Di antaranya resilient marathon yang meliputi pendirian tenda posko bencana, water rescue, dan perhitungan Jitupasna, kemudian lomba cerdas cermat penanggulangan bencana, manajemen pergudangan, serta Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Pada hari terakhir, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba bola voli dan memancing.
Lomba manajemen pergudangan menguji kemampuan peserta dalam mengelola logistik bantuan kebencanaan, mulai dari proses kedatangan, registrasi, penyimpanan, hingga distribusi kepada masyarakat terdampak bencana.
Sementara itu, dalam kategori resilient marathon, peserta diuji kemampuan mendirikan tenda posko secara cepat dan tepat, melakukan water rescue atau penyelamatan korban tenggelam, serta menghitung kebutuhan pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penyusunan rekomendasi pada masa transisi darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Edi Budi Susilo mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan timnya meraih prestasi tertinggi dalam ajang tersebut.
“Alhamdulillah, karena kami mendapatkan nilai tertinggi dan mendapatkan juara umum yang berhak mendapatkan trofi bergilir Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Edi Budi Susilo, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Edi, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang selama ini mendukung berbagai upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Jember.
“Kemenangan ini adalah kemenangan warga Jember. Selama ini warga telah ikut peduli bersama BPBD, para relawan bersama kami selalu menegakkan aksi kemanusiaan penyelamatan korban bencana alam dan nonalam,” katanya.
Ia menambahkan, capaian tersebut juga sejalan dengan arahan Bupati Jember Muhammad Fawait yang selalu menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap kejadian bencana.
“Beliau selalu berpesan kepada BPBD agar bereaksi cepat, tanggap, terhadap segala bentuk jenis kejadian bencana, karena apapun itu kemanusiaan di atas segalanya,” kata Edi.
Edi turut menyampaikan apresiasi kepada 54 komunitas relawan kebencanaan di Jember yang selama ini bersinergi dengan BPBD dalam berbagai operasi kemanusiaan. Menurutnya, keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari kesiapan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember yang menjalani latihan intensif selama dua bulan terakhir.
“Selama dua bulan ini TRC intensif berlatih dan ditunjukkan dengan prestasi terbaik hari ini,” katanya. [wir/beq]






