Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Rumah Warga yang Terkena Bom Mortir TNI AL Jadi Perhatian Khusus DPRD Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (beritajatim.com) – Kasus robohnya sebagian rumah warga Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan akibat ledakan bom TNI AL jadi perhatian khusus DPRD. Sehingga untuk menangani kasus ini, DPRD Pasuruan memutuskan membentuk tim khusus.

Anggota DPRD Pasuruan dari Fraksi NasDem, Eko Suryono, mengatakan sudah banyak korban di tanah konflik tersebut. Di antaranya pada 2021, seorang perempuan paruh baya terkena peluru nyasar di bagian pelipis.

“Sudah lama daerah tersebut menjadi konflik antara warga dan TNI AL, dikarenakan warga tidak pernah menjual tanah ke pihak lain. Warga juga sudah menempati lahan tersebut secara turun temurun,” ujar Eko.

Eko menambahkan tidak ada perhatian khusus dari Pemkab Pasuruan mengenai rumah warganya yang terkena bom mortir. Menurutnya Pemkab Pasuruan sudah tidak mempunyai hati nurani lagi.

“Saat seperti ini Bupati Pasuruan tidak peduli dengan warganya. Dimana Bupati Pasuruan ketika warganya menderita seperti ini?” tanya Eko.

Tak hanya Eko, Joko Cahyono yang juga anggota fraksi NasDem mengatakan bahwa Presiden harus turun tangan dalam kasus ini. Kajo, sapaan akrabnya, juga berpendapat anggota TNI tersebut memiliki sifat arogan.

“Jika tanah warga yang semena-mena diakui sisi oleh TNI AL maka itu merupakan sikap arogan. Maka dari itu Presiden harus turun tangan mengenai hal ini,” kata Kajo.

Kajo mengimbuhkan bahwa anggota TNI itu seharusnya melindungi rakyat. Tak seharusnya jika TNI merebut hak rakyat yang berupa tanah. (ada/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar