Ringkasan Berita
- Harga sejumlah komoditas sayuran di Kabupaten Kediri mengalami penurunan tajam.
- Petani mengaku menjual hasil panen murah agar tidak membusuk.
- Melimpahnya pasokan dan lemahnya daya beli diduga menjadi penyebab utama.
- Pemerintah berharap serapan pasar meningkat agar harga kembali membaik.
Kediri (beritajatim.com) – Harga sayuran di Kabupaten Kediri terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Melimpahnya pasokan di tengah melemahnya daya beli masyarakat membuat petani hortikultura terpaksa menjual hasil panen dengan harga murah agar tidak rusak dan membusuk.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Sintirina Ofi (35), petani sekaligus pemasok hasil pertanian asal Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih. Menurutnya, hampir seluruh komoditas sayuran mengalami penurunan harga sehingga keuntungan petani terus tergerus.
“Kalau dari petani mungkin hari ini yang sayur-sayur ini merugi semua, hancur semua. Enggak laku, bahkan sawi di rumah enggak laku,” ujarnya saat ditemui di kegiatan Operasi Pasar Murah di Desa Bedug, Rabu (24/6/2026).
Ofi mengatakan, dari berbagai komoditas hortikultura, hanya bawang putih yang mengalami kenaikan harga. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi pasokan yang masih bergantung pada impor.
“Harganya turun semua untuk sayur. Yang naik hanya bawang putih, mungkin karena efek dari impor itu ya. Kan soalnya kalau bawang putih harus impor,” katanya.
Ia menjelaskan harga sejumlah komoditas di tingkat petani kini berada pada level yang sangat rendah. Buncis, kacang panjang, dan timun hanya dihargai sekitar Rp3.000 per kilogram, sedangkan berbagai jenis sayuran daun dijual sekitar Rp2.000 per ikat.
Penurunan paling tajam terjadi pada selada. Komoditas yang sebelumnya sempat dijual hingga Rp25.000 per ikat kini hanya laku sekitar Rp5.000 per ikat, atau turun hingga sekitar 80 persen.
Meski demikian, Ofi mengaku kegiatan Operasi Pasar Murah yang digelar pemerintah cukup membantu memperluas pemasaran hasil panen petani karena mampu menghadirkan lebih banyak pembeli dibandingkan hari biasa.
“Karena memang ada event seperti itu ramai ya. Pengunjungnya banyak disediakan dari dinas. Kalau untuk hari biasa kan kita nunggu pembeli datang, enggak ada undangan seperti itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan fluktuasi harga dipengaruhi keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.
Menurutnya, beberapa komoditas yang dipasok dari luar daerah seperti Kasembon dan Malang memang mengalami kenaikan harga karena dipengaruhi biaya distribusi. Namun untuk sebagian besar sayuran yang diproduksi di Kabupaten Kediri justru mengalami penurunan akibat stok yang melimpah.
“Kalau di beberapa tempat yang misalkan yang tidak diproduksi di Kabupaten Kediri, misalkan ngambil dari Kasembon, dari Malang itu memang ada kenaikan. Karena mungkin biaya transport juga ya. Tapi di beberapa tempat justru malah turun. Nah, turunnya mungkin daya belinya masyarakat kurang sehingga produknya melimpah. Kalau sayur itu kan enggak tahan lama. Makanya begitu ada negosiasi harga enggak deal ya sudah jual murah saja karena daripada rusak,” terang Tutik.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar, masih terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, meski tidak signifikan. Namun secara umum, harga sayuran di Kabupaten Kediri cenderung mengalami penurunan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petani hortikultura karena keberlanjutan usaha tani sangat bergantung pada stabilitas harga hasil panen. Ketika harga jual berada di bawah biaya produksi atau mendekati titik impas (break even point/BEP), keuntungan petani akan semakin menipis.
Tutik berharap kondisi pasar segera membaik seiring meningkatnya daya beli masyarakat sehingga hasil panen petani dapat terserap lebih optimal.
“Mudah-mudahan kondisi pasar segera membaik, daya beli bagus sehingga terserapannya semakin banyak. Dengan serapan banyak, harga biasanya juga terkatrol naik. Meskipun jangan naik sekali, minimal dari BEP sudah terlampaui,” tandasnya. [nm/kun]






