Tuban (beritajatim.com) – Kasus dugaan tindakan kekerasan dan pelecehan terhadap aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tuban kembali menarik perhatian. Pada Sabtu (19/8/2023), PMII Kabupaten Tuban menggelar protes di depan Polres Tuban.
Aksi sebelumnya telah dilaksanakan di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dengan kondisi yang terkendali. Namun, ketika aksi berpindah ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, terjadi ketegangan antara mahasiswa dan aparat keamanan.
Pada tanggal 17 Agustus 2023, upaya mediasi dilakukan oleh Wakapolres Tuban, Kompol Palma Fitria Pahlevi, namun karena belum ada penyelesaian yang memuaskan, para aktivis memutuskan untuk menggelar demonstrasi lagi.
Ketua PMII Cabang Tuban, Abid Arrohman, mengungkapkan bahwa aksi tersebut berkaitan dengan tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian selama aksi pada tanggal 16 Agustus 2023.
Abid Arrohman menyampaikan, “Kami meminta Kapolres Tuban untuk bertindak adil terhadap oknum polisi yang terlibat dalam tindakan kekerasan dan pelecehan terhadap anggota kami.”
BACA JUGA:
Lagi, PMII Tuban Bakal Geruduk Markas Polisi Tuntut Kapolres Tanggung Jawab
Dia juga menegaskan pentingnya dilakukannya investigasi terhadap dugaan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual oleh oknum polisi. “Saya berharap Kapolres Tuban akan mengambil tindakan tegas jika terbukti terjadi pelanggaran dalam aksi kemarin,” tambah Abid.
Abid menekankan bahwa apabila hingga tanggal 22 Agustus 2023, Kapolres Tuban tidak mengambil langkah-langkah lebih lanjut, PMII Tuban bersama kader PMII dari Jawa Timur akan mengadakan aksi di depan Polres Tuban.
“Kami, bersama dengan PC PMII Tuban dan IKA alumni PMII Tuban, tidak akan melupakan peristiwa ini. Kami akan terus melakukan penyelidikan dengan tim lapangan untuk mengungkap dugaan pelecehan seksual, dan jika terbukti, kami akan mengambil jalur hukum,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Suryono, telah bertemu dengan para mahasiswa PMII Tuban yang terlibat dalam aksi protes. Dalam penjelasannya, Suryono mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelaku dari oknum yang dilaporkan.
“Saya ingin meminta maaf kepada seluruh adik-adik atas kejadian kemarin. Kami telah memulai penyelidikan terhadap dugaan tersebut,” ujar AKBP Suryono.
BACA JUGA:
Diduga Alami Kekerasan, Demo PMII Tuban Berbuntut Panjang
Lebih lanjut, Suryono menyambut baik kunjungan dari PMII Tuban yang menuntut tindakan tegas terhadap oknum anggota Polres Tuban yang terlibat dalam pengamanan aksi demonstrasi sebelumnya yang dinilai melampaui batas.
“Para mahasiswa menuntut tindak lanjut terhadap dugaan pelecehan seksual terhadap salah satu anggota PMII,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Suryono dengan tulus meminta maaf atas tindakan yang dilakukan oleh oknum kepolisian yang melanggar prosedur dan aturan. Dia menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil sesuai dengan hukum, dan berharap agar insiden semacam ini tidak terulang di masa depan. [ayu/beq]






