Peristiwa

Panwascam Waru Digebuki Caleg, Ini Sikap Bawaslu Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oknum calon legislatif (Caleg) di Pamekasan yang memukul anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Waru Pamekasan Jawa Timur.

“Pemukulan terhadap Ketua dan Anggota Panwascam Waru Pamekasan merupakan tindakan premanisme yang jauh dari semangat demokrasi,” kata Purnomo Satrio Pringgodigo komisioner Bawaslu Jatim dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi beritajatim.com, Sabtu (6/4/2019).

Menurut Purnomo, Pemilu adalah ruang kontestasi untuk memilih wakil rakyat yang beradab, namun yang dilakukan oleh oknum caleg terhadap penyelenggara pemilu merupakan tindakan biadab.

Sebagaimana keterangan dari Bawaslu Pamekasan, bahwa pada tanggal 4 April sekitar jam 22.30 terjadi kekerasan fisik dan verbal terhadap Samsul dan Mohammad Tohiruddin, Ketua dan Anggota Panwascam Waru Pamekasan yang dilakukan oleh salah satu oknum caleg dari Kabupaten Pamekasan.

Kejadian bermula saat Samsul dan Tohiruddin bersama jajaran lainnya menurunkan APK yang dinilai melanggar aturan. Namun ternyata kerja panwascam tersebut malah berbuah kekerasan. Oknum caleg datang ke lokasi penurunan APK memukul Samsul dan mencekal kerah baju Tohir sembari mengintimidasi mereka.

“Oknum caleg itu bukan hanya menggertak, namun berlanjut kepada pemukulan fisik pada sekujur tubuh Tohiruddin,”kata Purnomo.

Dengan kejadian ini, kami Bawaslu Jatim menyatakan sikap:

1. Mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum caleg kepada Ketua dan Anggota Panwascam Waru Pamekasan.
2. Meminta pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kejadian ini karena kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan dan dapat dipidana.
3. Mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif untuk pemilu damai 2019. [ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar