Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas ESDM memastikan kondisi pasokan listrik di 38 kabupaten/kota kini telah berangsur normal.
Setelah sempat menerapkan manajemen beban listrik secara nasional sejak beberapa pekan terakhir, PT PLN kini telah menyelesaikan tahapan krusial dalam pemeliharaan sistem kelistrikan.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim, Aftabuddin Rijaluzzaman, menjelaskan bahwa pemadaman yang sempat terjadi hanyalah langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas jaringan nasional.
“Sekarang kondisinya berangsur pulih. Harapan kita ke depan tidak ada lagi pemadaman masif seperti yang terjadi sebelumnya,” ujar Aftabuddin kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
Pihaknya memastikan bahwa meski sempat dilakukan manajemen beban, Jawa Timur tetap mempertahankan statusnya sebagai daerah yang surplus daya listrik, sehingga kebutuhan industri dan rumah tangga tetap menjadi prioritas utama.
Banyak warga bertanya-tanya mengapa Jatim yang dikenal surplus listrik justru sempat terkena pemadaman bergilir. Menjawab keresahan tersebut, Dinas ESDM Jatim mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan konsekuensi dari kebijakan manajemen beban nasional untuk menjaga keandalan sistem.
Selain itu, terdapat sejumlah unit pembangkit listrik yang harus menjalani maintenance (pemeliharaan) rutin. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi gangguan sistem yang lebih besar di masa depan.
”Saat ini satu unit pembangkit sudah selesai perbaikan, satu lagi dalam proses. Kami optimis kondisi kelistrikan akan semakin membaik dalam waktu dekat. Pasokan listrik untuk masyarakat maupun industri di Jatim saat ini dinyatakan aman,” tegas Aftabuddin. (tok/aje)






