Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Menaker Ida Fauziyah Salurkan BSU untuk 2.687 Pekerja di Kabupaten Mojokerto

Menaker Ida Fauziyah menyalurkan BSU untuk pekerja di MPS KUD Tani Bahagia, Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menyalurkan bantuan Pemerintah berupa Subsidi Gaji/Upah (BSU) tahap 3 Tahun 2022 kepada para pekerja di Kabupaten Mojokerto. Penyaluran BSU diberikan kepada 2.687 pekerja terdampak Covid-19 dan juga kenaikan harga BBM.

BSU disalurkan kepada pekerja di Mitra Produksi Sigaret (MPS) Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Bahagia, Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jum’at (30/9/2022). Dalam kunjungan tersebut Menaker Ida Fauziah didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

“Akibat dampak pandemi Covid-19, 29 juta pekerja terdampak PHK. Maka dengan segala cara pemerintah berupaya untuk mencegah angka pengangguran salah satu dengan bantuan BSU ini. BSU merupakan anggaran dari APBN,” ungkapnya.


Pengelolaan pemanfaatan Badan Pengelolaan Jaminan Sosial (BPJS) untuk memberikan reward atau apresiasi bagi pekerja atau perusahaan yang sudah menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. Pemanfaatan BPJS bukan menggunakan uang BPJS Ketenagakerjaan, namun murni anggaran Pemerintah.

“Dan bantuan itu tidak langsung kita salurkan ke 14, 6 juta penerima, karena kita perlu memastikan bantuan sudah tepat sasaran. Saat ini sudah hampir 50 persen. Indonesia termasuk 1 dari 5 negara yang sukses mengendalikan Covid-19. Hal itu merupakan kerja keras semua pihak,” katanya.

Termasuk pemerintah, swasta dan juga pemangku kepentingan lainnya. Meski demikian, menurutnya, Pandemi Covid-19 belum selesai, dan justru saat ini negara dihadapkan dengan persoalan geopolitik perang Ukraina – Rusia yang berdampak pada ancaman krisis pangan dan energi.

“Sehingga Harga BBM kita di luar kemampuan APBN dan Pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi ini kepada masyarakat. Bantuan itu juga tidak hanya pekerja, tetapi Kementerian Sosial juga menganggarkan untuk kelompok di luar pekerja,” ujaranya.

Sementara, Pemerintah Daerah juga menyisihkan anggaran 2,5 persen dana transfer umum untuk bansos masyarakat. Presiden RI Joko Widodo beberapa hari lalu mengumpulkan menteri, gubernur, Bupati dan walikota meminta agar menekan angka inflasi di wilayahnya.

“Dan alhamdulillah kita mampu mengendalikannya. Saat ini pertumbuhan ekonomi kita tertinggi di antara G20. Dan inflasi kita terkendali 4,4 persen. Di negara lain sudah diatas 2 digit. Contohnya turki mencapai 80 persen. Saya apresiasi kepada MPS KUD Tani Bahagia,” tuturnya.

Menteri Ida juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi MPS KUD Tani Bahagia, karena selama pandemi Covid-19 berlangsung tidak ada pekerja yang di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun mengikutkan karyawan mereka dalam program BPJS Ketenagakerjaan sehingga memperoleh bantuan subsidi upah ini.

Dari data yang dihimpun, secara nasional Kemnaker telah menyalurkan BSU tahap 1 hingga tahap 3 kepada pekerja penerima BSU seluruh Indonesia sebanyak 7.077.550 (48,34 persen) dari total 14.639.675 penerima.

Sementara untuk Kabupaten Mojokerto hingga saat ini telah tersalurkan bantuan BSU sebanyak 31.307 (51,37 persen) pekerja dari total 60.943 pekerja penerima BSU di kabupaten Mojokerto. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar