Kediri (beritajatim.com) – Pemilik sound system asal Blitar ‘Brewog Audio’, Muzahidin buka-bukaan soal perjalanan usahanya. Demi sebuah ambisi memiliki sound system ‘terhoreg’ di Jawa Timur, ia rela jual rumah.
Pengakuan itu disampaikan oleh Mas Bre, panggilan akrab Muzahidin, pemilik Brewog Audio dalam podcase di channel YouTube Bacaini Official yang diunggah pada 29 Oktober 2021.
“Saya tidak hitung-hitung, agar tidak pusing. Tahu-tahu uang habis, rumah kejual. Dulu memang ambisi, karena masih awal dan berjiwa muda,” aku Mas Bre.
Pria asal Udanawu, Blitar ini mulai terjun di dunia sound horeg, pada akhir 2018 lalu, usai melihat acara karnaval di kampung halamannya. Dari awalnya hanya menyewa sound system, akhirnya Mas Bre memutuskan untuk membuat sendiri.
“Awalnya banyak karnaval di sini tahun 2017-2018, saya masih nyewa sound. Kemudian 2018 akhir, saya lihat karnaval dan langsung tertarik. Pulangnya bikin sendiri,” imbuh Mas Bre.
BACA JUGA:
Bukan Brewog Audio, Ini Daftar Sound Horeg Pertama Muncul di Blitar
Kendati tidak memiliki pengalaman di bidang elektro, tetapi Mas Bre nekat untuk merakit sound audio dengan cara belajar dari YouTube. Maklum saja, sebelum terjun di dunia sound system, ia bekerja pada digital marketing.
Mas Bre mengaku jatuh hati pada sound system karena seru. Pria berjenggot ini pun terus bereksperimen dalam merakit sound system.
“Belajar sendiri di rumah dan sering kali terbakar,” akunya sambil tertawa.
Untuk hobi barunya itu, Mas Bre mengaku, banyak mengeluarkan uang. Bukan hanya angka ratusan juta, tapi tembus miliaran rupiah. Bahkan, rumahnya ikut terjual.
Mas Bre baru menyewakan sound system garapannya sendiri pada 2019 lalu. Kala itu, Brewog Audio dipakai untuk kegiatan karnaval di Ringinanom, Blitar.
BACA JUGA:
Battle Sound dalam Karnaval di Pranggang Kediri, 7 Truk Diamankan
Setelah penampilan perdananya itu, nama Brewog Audio langsung melejit diantara kelompok sound horeg di Blitar dan di Jawa Timur. “Kemudian ada yang datang dari Malang menyewa,” ungkap Mas Bre.
Mas Bre tidak menyangka sound system miliknya membuat warga Malang tertarik. Hal itu semakin membuatnya yakin bahwa bisnis penyewaan sound audio mendapat tempat di masyarakat dan menjadi peluang usaha baru yang menjanjikan.
“Waktu itu, truk saya baru, sound baru semua. Mungkin dilihat bagus. Sehingga tertarik untuk menyewa,” kata Mas Bre yang mengaku sudah keluar uang hingga miliaran rupiah itu.
Di antara kelompok sound horeg di Jawa Timur, Brewog Audio memang terkenal berbeda dari lainnya. Pengalaman Mas Bre di bidang digital markerting ikut mewarnai penampilan sound audio miliknya.
“Saya membuat lebih beda, tidak sama dengan desain lainnya. Rahasiannya penampilan bagus. Waktu saya tampil dulu, utamanya penampilan,” jelas Mas Bre.
Seiring dengan banyaknya peminat yang menyewa Brewog Audio, Mas Bre mengakui, akhirnya memilih untuk meninggalkan dunia pekerjaan sebelumnya. Ia fokus pada usaha barunya itu.
“Saya mulai fokus disini dan bisnis lain saya tinggalkan. Saya sering mainan marketing dan sedikit paham untuk sound ini trik dan strateginya. Selain itu saya ingin membuka pasar atau lahan baru. Terus terang gambling, tetapi saya suka dengan tatangan karena saya orangnya optimis,” tegas Mas Bre.
Untuk diketahui, belakangan ini ada larangan adu kencang sound system atau istilahnya batlle sound. Kepolisian di wilayah Kediri, Blitar dan Tulungagung mengeluarkan imbauan larangan battle sound dalam Peringatan ke-78 Kemerdekaan RI. [nm/beq]






