Gresik (beritajatim.com) – Senyum sumringah terpancar dari wajah 559 anak yatim saat mereka memasuki Giri Loka Ballroom Aston Hotel, Gresik. Dengan mata berbinar, anak-anak tersebut duduk bersila mendengarkan tauziah agama serta motivasi dari owner PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang juga Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, bersama jajaran direksi.
Mereka bukan sekadar anak yatim biasa, melainkan tamu istimewa yang mendapat perhatian langsung dari pelaku bisnis transportasi laut. Di tengah hiruk pikuk pengunjung hotel maupun pusat perbelanjaan, Bambang Haryo hadir membawa kebahagiaan melalui acara “Doa Bersama Anak Yatim dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2025 dan Keselamatan Transportasi Laut”.
Tak sekadar memberikan hadiah, Bambang Haryo juga menyerahkan santunan kepada ratusan anak yatim. Keceriaan begitu terasa, seperti yang diungkapkan Andrian Putra Wijaya (13), anak yatim asal Yayasan Al Hikmah Surabaya. Bocah kelas VII itu mengaku gembira bisa bertemu teman-temannya sekaligus mendapat pengalaman berharga.
“Senang karena sebentar lagi diajak tamasya bersama ke Jatim Park,” ujarnya, Jumat (19/9/2025).
Hal serupa dirasakan Kika (13), anak yatim dari Al Amin Gresik. Dengan membawa tas pemberian manajemen DLU, ia mengaku bahagia karena bisa ikut foto bersama sekaligus menerima hadiah.
“Dapat minuman susu serta ice cream dan uang bisa ditabung untuk kebutuhan sekolah,” tuturnya.
Bambang Haryo menegaskan, doa anak yatim memiliki kekuatan luar biasa. Harapannya, doa tersebut dapat menjaga capaian zero accident yang berhasil diraih oleh DLU, sehingga perusahaan tetap bisa memberikan pelayanan terbaik di jasa transportasi laut, dengan tepat waktu, nyaman, dan selamat.
“Kami sekarang memiliki 37 rute di seluruh Indonesia serta 27 cabang dengan mengoperasikan 52 unit kapal,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, hampir 70 persen transportasi laut secara nasional dirintis oleh DLU, sebuah capaian yang belum pernah dilakukan operator lain.
“Dari hasil rintisan tersebut manfaatnya ke publik serta paling utama misi sosial kendati profit tetap dibutuhkan,” imbuh Bambang Haryo. [dny/beq]






