Probolinggo (beritajatim.com) – Keamanan fasilitas publik di Kota Probolinggo kembali menjadi sorotan tajam setelah Komisioner KPU setempat, Viky Hanzah, menjadi korban pencurian pada Selasa (3/2/2026) pagi. Insiden ini terjadi saat korban tengah berolahraga di kawasan GOR Mastrip yang seharusnya mendapatkan pengawasan ketat dari otoritas terkait.
Pelaku melancarkan aksinya dengan modus membobol jok sepeda motor milik korban yang terparkir di area fasilitas olahraga tersebut. Akibat kejadian ini, satu unit telepon genggam serta dompet berisi dokumen penting milik Viky raib tanpa ada satu pun petugas keamanan yang menyadari aksi tersebut.
Viky Hanzah membenarkan musibah yang menimpanya saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa siang. Ia merasa sedikit lega karena setidaknya sepeda motor miliknya tidak ikut digondol oleh pelaku yang beraksi sangat rapi tersebut.
“Iya mas, tadi pagi pas sedang olahraga, untung motornya ndak ikutan hilang,” ujar Viky singkat menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya.
Korban menjelaskan bahwa seluruh barang berharga miliknya tersebut memang sengaja disimpan di dalam jok motor demi kepraktisan saat beraktivitas fisik. Namun, sistem penguncian kendaraan ternyata tidak cukup kuat untuk membendung aksi pelaku yang memanfaatkan lemahnya pengawasan di area parkir publik.
“Iya betul,” jawab Viky saat ditanya apakah barang-barang tersebut memang disimpan di bawah jok motor sebelum ia mulai berolahraga.
Pasca-kejadian, Viky langsung bergerak cepat untuk mengurus penggantian berbagai kartu perbankan serta dokumen identitas penting lainnya yang ikut hilang. Ia mengaku saat ini masih disibukkan dengan urusan birokrasi guna memulihkan data pribadi dan memblokir akses finansial yang berisiko.
“Ini baru ngurus kartu baru,” ungkapnya sembari menunjukkan kesibukan dalam menangani dampak administrasi dari kehilangan barang-barang pribadinya tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian setempat terkait tindak lanjut laporan maupun upaya pengejaran terhadap terduga pelaku. Insiden ini menambah daftar panjang kasus kriminalitas di ruang publik Kota Probolinggo yang sering dikeluhkan masyarakat karena minimnya sistem penjagaan.
Total kerugian materiil yang dialami oleh Komisioner KPU tersebut ditaksir mencapai angka puluhan juta rupiah mengingat nilai barang elektronik dan dokumen yang raib. [ada/beq]






