Surabaya (beritajatim.com) – Perempuan Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam keamanan finansial, namun masih bergulat dengan tantangan kompleks dalam pengelolaan kekayaan dan perencanaan keuangan. Survei terbaru Sun Life Asia, “Women’s Wealth in Focus: Building Confidence and Security,” mengungkap bahwa mayoritas perempuan merasa lebih sejahtera secara finansial dibandingkan generasi sebelumnya.
Namun, beban finansial akibat tanggung jawab keluarga, terutama bagi “generasi sandwich” yang harus menanggung kebutuhan anak dan orang tua, menjadi tantangan utama. Sebanyak 32% ibu mengalami stres akibat harus mengatur kebutuhan multi-generasi. Meskipun 65% perempuan menabung untuk perawatan lansia orang tua, hanya 11% yang mengharapkan dukungan penuh dari anak-anak di masa depan, menunjukkan keinginan kuat untuk mandiri secara finansial.
Masalah kesehatan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi keputusan finansial perempuan (59%), diikuti pembelian rumah (46%) dan perubahan pendapatan (38%). Kurangnya literasi keuangan (56%) dan kesenjangan pendapatan (45%) juga menjadi hambatan besar.
Aspirasi finansial utama para ibu adalah keamanan jangka panjang, dengan tujuan menabung untuk pendidikan anak (69%), membangun dana darurat (53%), dan mengajarkan literasi keuangan kepada anak (50%). Keamanan finansial diartikan sebagai memiliki tabungan cukup untuk pengeluaran tak terduga (74%), bebas utang (68%), dan memiliki pendapatan pasif stabil (48%).
Perempuan Indonesia juga mengutamakan kebutuhan finansial keluarga (66%) daripada diri sendiri, bahkan mengorbankan perawatan medis pribadi (78%) demi keluarga.
Kesenjangan literasi keuangan masih menjadi masalah, dengan 44% perempuan menilai pengetahuan keuangan mereka dasar atau pemula. Meskipun mampu menyebutkan saldo pensiun (75%), hasil investasi (65%), dan suku bunga (59%), banyak yang kesulitan memperkirakan sisa utang hipotek (64%) atau hasil investasi (35%).
Sebanyak 54% perempuan kesulitan menemukan produk keuangan yang sesuai kebutuhan mereka, dan 63% lebih memilih berkonsultasi dengan penasihat keuangan perempuan.
Elin Waty, President Commissioner Sun Life Indonesia, menyatakan komitmen Sun Life untuk memberikan edukasi dan akses produk keuangan yang inklusif, terutama bagi perempuan. Kah Jing Lee, Chief Client Officer Sun Life Indonesia, menambahkan komitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih personal dan fleksibel.[rea]>






