Tuban (beritajatim.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Tuban memberikan fasilitas sertifikasi kompetensi profesi bagi perajin batik di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta.
Kepala Disnakerind Tuban Sugeng Purnomo mengatakan hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) batik. “Sedikitnya ada 20 pelaku IKM batik telah kami ikutkan sertifikasi kompetensi profesi batik,” ujar Sugeng Purnomo, Senin (08/05/2023).
Sugeng menjelaskan, dari tahun ke tahun pihaknya sudah melakukan kegiatan ini. Rinciannya, pada 2022 sebanyak 10 orang dan pada 2023 juga 10 orang. “Nanti akan bertahap, sehingga seluruh IKM batik mendapatkan sertifikasi yang sama,” ujar dia.
BACA JUGA:
Pelajar dan Seniman Ikuti Lomba Mural Bantik di GOR Tuban
Sementara itu, JF Kasi Non-Agro Disnakerind Tuban, Yoyok Imam Santoso menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk membekali para IKM batik yang belum bersertifikasi.
“Karena kita sesuaikan dengan pagu, jadi tidak bisa kita ajak semua. Sedikitnya ada 40 IKM batik di Kabupaten Tuban yang belum bersertifikasi, tahun depan akan kami ikutkan,” tutur Yoyok.
Dia menambahkan, para peserta IKM batik yang mengikuti sertifikasi berasal dari perajin batik Kerek, Tuban Kota, Palang, Semanding, Senori, dan Widang. “Kami berharap IKM batik di Tuban ini mendapatkan sertifikasi semua,” kata Yoyok.
Tak hanya itu, sebelum melakukan sertifikasi, pihaknya secara door to door ke pengusaha atau perajin batik. Tujuannya, meminta agar mereka mengikuti sertifikasi sesuai dengan program yang telah dijalankannya.
“Alhamdulilah banyak yang menerima hal ini dengan baik, sehingga mereka mampu meningkatkan kreativitas lebih baik lagi. Belajar dari pengalaman yang ada ditambah wawasan ketika di balai,” terangnya.
BBKB Yogyakarta di bawah Kementerian Perindustrian. Sebelumnya, dari 40 IKM batik di Tuban menyesuaikan kriteria dan permintaan dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, jika sudah menyesuaikan baru kemudian dikirim kesana.
BACA JUGA:
Pembatik Binaan Pertamina Ini Pertahankan Cara Tradisional Agar Serap Banyak Pekerja
Setelah lulus mereka mendapat dua sertifikat, yaitu dari balai besar dan dari kementerian. “Perajin batik yang sudah memiliki legalitas masing-masing dapat mengembangkan sesuai pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Dalam sertifikasi itu, para perajin dibekali dengan membatik, merancang, pewarnaan sesuai keahlian yang dipilih. Pihaknya juga melakukan pengembangan atau pemantauan terhadap IKM Batik di Tuban setelah mengikuti sertifikasi.
“Prospek IKM batik di Kabupaten Tuban ini sudah sangat luas, karena telah diakui dari skala nasional maupun internasional, tembus pasar Singapura dan China,” papar dia sembari berharap yang sudah mendapat sertifikat dapat menularkan ilmunya kepada perajin lainnya dengan menjadi tutor atau instruktur. [ayu/suf]
![Perajin Batik Tuban Ikuti Sertifikasi di Yogyakarta Para pengrajin batik asal Kabupaten Tuban yang mengikuti sertifikasi kompetensi di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta. [Foto/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230508-WA0015.jpg)






