Surabaya (beritajatim.com) – Pekalongan merupakan sebuah kota yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa. Kota ini dikenal dengan julukan Kota Batik yang sudah diakui seluruh nusantara dan mendapatkan predikat Kota Kreatif Dunia oleh jejaring UNESCO.
Tapi, tahukah ada beberapa hal unik yang hanya ada di Pekalongan? Tepat hari ini, tanggal 1 April 2022 adalah hari jadi ke-116 sejak tahun 1906 lalu.
Untuk turut merayakan hari jadi tersebut, berikut ini kami tampilkan beberapa hal unik di Pekalongan yang ternyata jarang diketahui.
Duduk kurang nyaman makan tanpa “Tingkring”
Maksud dari kata Tingkring atau Tengkreng merupakan posisi duduk sambil mengangkat salah satu atau kaki keatas kursi tempat dia ia duduk.
Rasanya orang masyarakat Pekalongan menjadikan makan sambil Tingkring merupakan hal lazim. Orang Pekalongan menganggap kalau makan tidak Tingkring rasanya ada yang kurang nikmat.
Kebiasaan ini bukan hanya dilakukan di rumah saja, namun kadangkala ketika di warung, mereka enjoy makan sambil tingkring.
Walaupun Tingkring dianggap tidak atau kurang sopan, namun inilah kebiasaan dari Masyarakat Pekalongan. Maka dari itu, ketika kamu menemukan orang makan sambil tingkring besar kemungkinan dia adalah orang Pekalongan.
Memakai Outfit Sarungan
Jika biasanya kita melihat orang memakai sarung ketika berangkat Jumat atau mau sholat, lain halnya di Pekalongan. Kita akan menemukan sarungan menjadi keseharian tak hanya saat bersantai di rumah.
Sarungan menjadi hal biasanya untuk warga Pekalongan. Mereka sering kemana-mana memakai sarung, bukan hanya ke masjid atau majelis bahkan ke Mall menggunakan sarung.
Memakai sarung dengan motif batik menjadi kebanggaan warga Pekalongan yang dulu sempat populer, bahkan sempat digusur sarung palekat.
Kerja Libur di Hari Jumat
Terlihat lain dari biasanya, libur kerja di kota Pekalongan kebanyakan ada di hari Jumat bukan Sabtu atau Minggu. Pasalnya, tempat kerja mereka kebanyakan di bidang perbatikan.
Selain itu, pemilihan libur bisa jadi karena hari istimewa umat islam yang menjadi mayoritas penduduk di Pekalongan.
Harapannya libur di hari Jumat menjadi waktu untuk bersantai di rumah sambil menikmati hari baik umat islam. Maka dari itu, biasanya setiap kamis sore ada yaumul hisab atau perhitungan akhir alias “pocok’an” (gajian) untuk pekerja sebelum besok mereka libur. (PRD/ian)






