Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan perajin alas kaki di Kabupaten Mojokerto terus berupaya bertahan dan berkembang di tengah gempuran produk impor. Salah satu strategi yang kini gencar dilakukan adalah pemasaran digital melalui marketplace dan media sosial, termasuk siaran langsung (live) di TikTok.
Ketua Asosiasi Perajin Mojopahit Mojokerto (APMM), Marsam Saifuddin, mengatakan, para perajin lokal mulai serius menggarap pemasaran digital untuk memperkenalkan merek-merek sepatu dan sandal buatan Mojokerto. “Untuk live TikTok kita baru berjalan sekitar enam bulan,” ungkapnya, Jumat (23/5/2025).
Para perajin lokal menggandeng anak-anak muda lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jatirejo untuk memasarkan produk mereka. Pemilik merek sepatu sepak bola dan futsal Azero di Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengaku live TikTok setiap hari dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.
“Dalam sehari, kita mampu menjual rata-rata 50 pasang sepatu. Saat ini, APMM menaungi sekitar 100 perajin sepatu dan sandal, yang secara keseluruhan menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal. Kalau soal produksi, perajin senior kita sudah mumpuni. Tapi di aspek digital marketing, banyak yang masih butuh pendampingan,” katanya.
Marsam juga mengapresiasi langkah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto yang aktif mendukung promosi produk lokal, termasuk dengan menggandeng pegiat media sosial (medsos). Hal senada diungkapkan perajin sandal merek IQia, Andri. Ia mengandalkan pemasaran online melalui Shopee dan TikTok.
“Pemasaran lewat aplikasi sudah jalan, namun belum maksimal karena dilakukan sendiri tanpa kolaborasi dengan influencer. Influencer memiliki jangkauan lebih luas, rutin live tapi jumlah pengikut masih terbatas sehingga yang nonton sedikit. penjualan hariannya berkisar antara 20 hingga 25 pasang,” tegasnya. [tin/but]






