Pasuruan (beritajatim.com) – Penyemprotan disinfektan massif yang dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Pasuruan terbukti efektif menekan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Upaya yang intensif ini berdampak positif pada pemulihan hewan ternak di daerah tersebut, dengan sekitar 150 sapi dinyatakan sembuh.
Menurut Kabid Keswan, Panti mengatakan bahwa selama satu minggu belakangan pihaknya secara massif melakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan ini dilakukan di semua pasar ternak di Kabupaten Pasuruan.
“Selain melakukan penyemprotan disinfektan kami juga memberikan obat disinfektan di setiap kecamatan. Sehingga para peternak bisa melakukannya secara mandiri,” ungkap Panti, Kamis (9/1/2025).
Panti juga menjelaskan bahwa selama proses penyemprotan di pasar ternak, pihaknya menemukan hewan ternak yang tersuspek PMK. Untuk menghindari penyebaran lebih lanjut, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak pasar dan meminta untuk membawa pulang ternak yang terinfeksi.
Hal ini dilakukan guna membatasi penyebaran wabah PMK yang dapat meluas di lingkungan pasar ternak. Mengingat tingginya mobilisasi ternak di pasar, risiko penularan menjadi sangat besar.
“Sebelumnya wabah ini sudah bisa kita tangani dan berhasil menekan angkanya. Terbukti saat ini ada sekitar 170 kasus dan 150 ternak sudah dinyatakan sembuh,” katanya.
Mujiono, seorang penjual sapi, juga mengungkapkan bahwa sebelumnya ternaknya mengalami banyak kematian akibat PMK. Dari 12 ekor sapi yang dimiliki, 10 ekor di antaranya mati.
“Sekarang saja harga jual sapi udah mulai menurun. Biasanya harga Rp15 juta sampai Rp16 juta. Sekarang tinggal Rp14 juta, ya karena semua orang takut,” jelasnya. [ada/beq]






